Proses di DPR Janggal, Hakim MK Adies Kadir: Cuma Ikut Proses

Proses pemilihan hakim konstitusi yang janggal, menurut Adies Kadir, adalah hanya proses diikuti oleh DPR RI. Dia mengatakan sudah mengikuti proses seleksi yang dilakukan Komisi III DPR RI dan sudah memenuhi standar "fit and proper test". Dia juga menolak tahu tentang penugasan yang sebenarnya dia akan lakukan sebagai hakim konstitusi. Menurutnya, proses pemilihannya telah diresmikan oleh paripurna dan tidak ada yang bisa dilakukan lagi.

Sementara itu, Adies Kadir juga menolak terlibat dalam penyusunan undang-undang yang sempat menimbulkan polemik seperti UU Pemilu dan UU TNI. Ia menilai bahwa dia tidak memiliki domain dalam penyusunan undang-undang tersebut.

Pemilihan Adies Kadir sebagai hakim konstitusi usulan DPR menciptakan kegaduhan publik karena sebelumnya DPR telah memilih Inosentius Samsul sebagai calon hakim konstitusi usulan DPR. Namun, setelah itu DPR menyatakan Inosentius akan menerima penugasan berbeda.
 
Gue pikir Adies Kadir yang terus-terang tapi seringkali bikin kontroversi kali ya πŸ˜‚. Kalau dia tidak tahu tentang penugasan apa yang sebenarnya dia bakal lakukan sebagai hakim konstitusi, toh bagaimana dia bisa dipercaya? Tapi gue juga paham kalau dia sudah mengikuti proses seleksi dari Komisi III DPR RI dan semua itu sudah terresmi. Sementara itu, gue rasa DPR RI dan paripurna sudah melakukan pekerjaan yang cukup baik dalam memilih hakim konstitusi, jadi gue tidak terlalu khawatir tentang hal ini πŸ€”. Tapi gue rasa perlu ada transparansi lebih lanjut tentang proses seleksi dan penugasan mereka πŸ‘€.
 
Pemerintah gak sabar-sabar gak mau ngelaporin tentang siapa aja yang bakal jadi hakim konstitusi! Adies Kadir justru menunjukkan bahwa dia already puas dengan proses seleksinya, tapi ternyata ada rasa curiga dari masyarakat. Kalau siapa aja punya masalah dengan proses seleksi itu, mampunnya nanya langsung ke sumber ya!
 
Gue pikir suka gue Adies Kadir sih 🀩 dia udah lulus seleksi yang serius banget dari Komisi III DPR RI dan semua standar yang ada, jadi apa yang gue inginkan lagi? πŸ˜‚ tapi wajar juga kalau gue tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah dipilih, itu urusan lain. toh kalau dia udah diresmikan oleh paripurna, apa yang bisa dilakukan lagi? πŸ€·β€β™‚οΈ sementara ini, gue lebih suka lihat dia bekerja sebagai hakim konstitusi dan tidak perlu ikut campur dengan penyusunan undang-undang yang susah paham ya 😊.
 
Gue pikir kalau proses pemilihan Adies Kadir kayak nontel, gak ada transparansi sama sekali! Siapa yang tahu apa kebijakan-kebijakan yang dia akan lakukan sebagai hakim konstitusi? Gue tidak percaya kalau dia sudah memenuhi standar "fit and proper test" tapi gue masih rasa gak ada bukti apa-apa. Dan kenapa DPR RI gak berbagi informasi tentang penugasan yang sebenarnya dia akan lakukan? Hmm...
 
Apa sih bedanya antara Adies Kadir dan Inosentius Samsul? Mereka sama-sama bakal jadi hakim konstitusi kan? πŸ€” Saya kayaknya belum paham apa itu "fit and proper test" apa itu proses diikuti oleh Komisi III DPR RI. Apakah itu seperti tes prestasi atau apa? Saya penasaran, siapa yang akan jadi calon hakim konstitusi usulan DPR setelah Adies Kadir?
 
Gini kayaknya kalau Adies Kadir bisa jadi hakim konstitusi... tapi gini aja sih dia malah bilang tidak tau apa yang harus dia lakukan sebagai hakim konstitusi... aku rasa ini batal banget kan? Kalau dia sudah dipilih oleh DPR, maka harus tahu apa yang harus dilakukannya. Tapi aku juga pengin dia bisa jadi memberikan klarifikasi tentang proses pilihannya ini... tapi sepertinya gini aja sih dia malah bilang tidak ada yang bisa dilakukan lagi...
 
Adies Kadir ini kayak orang yang paham dengan sistemnya aja, tapi tidak paham dengan teori nya sendiri. Dia bilang sudah melalui proses seleksi yang serius, tapi tapi dia juga gak tahu apa yang harus dilakukannya sebagai hakim konstitusi. kayaknya dia punya keahlian lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan nya seperti ini...

dan aku rasa DPR RI malas-malasan nggak mau ambil tanggung jawab atas proses pemerintahan, tapi mereka selalu meminta orang lain untuk bantu-bantu. Adies Kadir ini kayaknya punya kekuatan yang serius di dalam system, tapi dia tidak menggunakan kekuatannya dengan bijak aja.
 
Apa sih yang salah dengar giliran si Adies? Dia already punya kepercayaan dari paripurna dan nggak ada yang bisa dilakukan lagi πŸ˜’. Tapi siapa tahu, dia bakal jadi hakim konstitusi terbaik aja... atau malah jadi korupsi paling serius di Indonesia 🀣. Nanti giliran Inosentius pasti bakal jadi hakim konstitusi yang lebih baik dari Adies 😏. Saya rasa apa yang penting adalah tidak ada kegaduhan publik lagi, kan? Karena siapa pun yang dipilih nanti pasti bakal jadi hakim konstitusi yang paling terhormat... atau malah jadi korupsi paling serius lagi πŸ˜‚.
 
Gue penasaran kembali dgn proses pemilihan Adies Kadir deh... kalau gak salah, dia udah lulus seleksi Komisi III DPR RI dan semuanya udah diresmikan oleh paripurna, tapi apa kegaduhan ini? Gue pikir prosesnya sudah selesai, tapi ternyata masih ada banyak yang tidak jelas. Misalnya, siapa aja yang akan lakukan penugasan Adies Kadir sebagai hakim konstitusi? Dia sendiri bilang gak tahu, tapi apakah gak ada cara untuk tahu? Gue rasa ini seperti kembali ke masa lalu ketika kita harus menunggu waktu lama untuk mendapatkan kartu suka-suka di Pasar Baru.
 
Maksudnya kalau Adies Kadir udah jadi hakim konstitusi tapi dia belum tahu apa yang harusnya lakukan? Gampang banget jadi hakim konstitusi kan, tapi kalau gini sih itu aneh juga πŸ€”. Saya pikir DPR RI harus lebih transparan dulu sebelum memilih siapa yang akan jadi hakim konstitusi. Jangan biarkan proses pemilu menjadi sembrambungan seperti ini πŸ˜’.
 
Maksudnya apa sih kalau pemilihan Adies jadi tidak terurus oleh Komisi III? Mereka punya kekuasaan besar dalam proses seleksi, tapi ternyata ada kesalahan. Kalau sudah lulus "fit and proper test" itu artinya dia sudah dekat dengan paparan, tapi apa punya yang salah lagi? πŸ€” Saya rasa kalau memilih hakim konstitusi harusnya punya cara yang lebih transparan, sehingga kita semua bisa tahu apa yang terjadi.
 
Pernah sih aku Pikirin, apa yang salah dengan cara pemilu hakim konstitusi di Indonesia? Sepertinya prosesnya jadi seperti permainan tebak-tebakan, siapa yang bisa lihat akhirnya hasilnya πŸ˜‚. Adies Kadir kayaknya sudah lulus tes "fit and proper" dan udah dipilih oleh paripurna, apa lagi yang diharapkan? Tapi aku masih curiga, siapa yang nge-coordinasikan semuanya untuk terjadi seperti ini? πŸ€”
 
Pernah numpang nge-post di grup netizen saya sih tentang proses pemilihan Adies Kadir sebagai hakim konstitusi. Nih, perlu diingat bahwa proses seleksi Adies itu sudah diawasi oleh Komisi III DPR RI, jadi tidak ada yang bisa dilakukan lagi kan? πŸ€” Saya rasa kalau Adies Kadir bilang belum mengetahui penugasan apa dia akan lakukan sebagai hakim konstitusi itu sama sekali tidak benar. Penugasan sudah diresmikan oleh paripurna, jadi gak ada yang bisa dilakukan lagi, kan? πŸ™…β€β™‚οΈ
 
Gue pikir proses pilihan Adies Kadir itu agak janggal lho 😐. Gue ingat gue juga ikut seleksi di Komisi III DPR RI dan lulus ya πŸ€”. Tapi, gue rasa Adies Kadir tidak jelas tentang apa yang dia akan lakukan sebagai hakim konstitusi. Gue paham kalau sudah dilresmikan oleh paripurna, tapi gue masih ragu apakah ada yang bisa dilakukan lagi di belakang layar πŸ€·β€β™‚οΈ.

Gue juga tidak fokus pada proses penyusunan undang-undang, gue lebih fokus pada pentingnya keadilan dan transparansi dalam pemerintahan 😊. Gue berharap Adies Kadir bisa menjadi hakim konstitusi yang baik dan bisa membantu menciptakan perubahan positif di Indonesia πŸ’ͺ.
 
Gue rasa si Adies Kadir ini kayak gitu aja, dia mau jadi hakim konstitusi tapi nggak tahu apa-apa yang dia lakukan nanti πŸ˜‚πŸ€£. Dia already complete seleksi, apa lagi? Dia udah pasti fit and proper test, kira-kira dia tidak bisa kelulusan ya? πŸ€¦β€β™‚οΈ. Dan gue rasa dia kayak gitu juga dengan UU Pemilu dan UU TNI, dia nggak tahu apa-apa, jadi dia tidak mau terlibat πŸ˜….

Gue penasaran sih kenapa DPR ini suka memilih orang yang sama-samanya, kalau gak salah Adies Kadir ini kayak Inosentius Samsul juga πŸ˜‚. Tapi gue rasa itu sudah bagus, karena kalau gak sengaja kesal, kira-kira kita akan merasa bosan dengerkan di TV πŸ“Ί.
 
ini sih pengambilan keputusan Adies Kadir yang jujur banget πŸ€”πŸ‘¨β€βš–οΈ, tapi kita sengaja nggak lihat pada situasi yang membuat dia harus dipilih pertama kali juga kayaknya ada masalah lagi. kalau kita lihat dari pandangan beliau, dia udah punya komisi III DPR RI dan sudah lulus standar fit and proper test, tapi apa kejadian yang bikin dia harus dipilih oleh DPR? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
kembali
Top