Propam Periksa Penyidik Polsek Cilandak Terkait BAP Kertas Bekas

Bekas BAP Dicatatan Penyidik Polsek Cilandak Menjadi Kasus Pemecahan Tangan? Kembalinya dugaan penggunaan kertas bekas sebagai pengganti kertas baru dalam proses penyelidikan kasus narkotika, ini kemudian menimbulkan spekulasi tentang adanya rekayasa. Penyidik Polsek Cilandak yang sedang diteliti oleh Propam Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa dugaan penggunaan kertas bekas tersebut tidak ada hubungannya dengan kasus narkotika.

Menurut Kombes Budi Hermanto, pelaku penyidikan yang sedang menimbulkan kekhawatiran ini, mengakui bahwa kertas bekas tersebut digunakan untuk efisiensi dalam proses pemeriksaan. Sementara itu, propam mengatakan bahwa penggunaan kertas bekas ini merupakan bentuk kesalahan procedural.

Sekitar 11 Desember 2025, seorang korban dugaan penganiayaan melaporkan terhadap polisi. Korban tersebut adalah seorang perempuan berinisial DA yang mengakui bahwa dia telah menjadi korban dari peretasan. Meskipun itu terjadi beberapa bulan setelah korban tersebut melaporkan kepolisian, penyelidikan masih berlangsung.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengklaim tidak ada keterkaitan antara dugaan penganiayaan dan kasus narkotika. Mereka juga mengatakan bahwa penggunaan kertas bekas oleh penyidik Polsek Cilandak tidak ada hubungan dengan dugaan rekayasa terhadap korban.
 
Aku rasa kapaian penegakan hukum Polsek Cilandak kembali membuat kita penasaran lagi πŸ€”. Kenapa harus ada spekulasi tentang adanya rekayasa? Aku pikir mereka sudah cukup berat dalam menangani kasus narkotika, apa lagi kasus penganiayaan yang baru ini? Dan apa hubungannya dengan penggunaan kertas bekas yang nggak ada hubungan sama sekali? Aku rasa kalau penyidik Polsek Cilandak sedang mencoba untuk efisien dalam proses pemeriksaan, tapi ternyata malah menghasilkan kekhawatiran baru πŸ™ˆ. Aku harap penegakan hukum bisa fokus dan tidak terjebak dengan hal-hal yang nggak penting 😊.
 
oh iya, ini kayaknya terjadi karena kesalahan prosedur polisi, jangan kayaknya ada yang salah dalam kegiatannya, tapi cuma ganti papernya aja, mungkin untuk lebih cepat aja nggak? tapi ini kayaknya kasusnya serius karena korban melaporkan terhadap polisi dan ini bisa jadi ada saksi atau bukti yang hilang. tapi apa sih jadinya kalau semua kertas bekas diganti dengan kertas baru, itu bikin proses pemeriksaan lebih cepat ya? dan apa sih pentingnya kalau korban melaporkan terhadap polisi setelah beberapa bulan, tapi penyelidikan masih berlangsung? perlu diinvestigasi lebih lanjut, mungkin ada sesuatu yang tidak jelas lagi.
 
hehe, apa yang bikin polisi Jaya kayak gini? kayaknya korban DA jadi target ngetain kasus narkotika juga... sih, penggunaan kertas bekas ga bisa dianggap sebagai kasus narkotika, kan? 🀣 gimana kalau sebenarnya penyelidik Polsek Cilandak hanya suka ngomong dengan korban DA sambil makan es teler? kayaknya lebih menarik banget...
 
Kalau nyari narkoba siapa yang tahu kalau korban DA ini nggak benar-benar korban ya? Mungkin dia ngeluh karena keretinya gada, kan? Apa kebocoran itu bukan bagian dari operasi penyelidikan? Saya punya bayangan bahwa korban itu udah terlibat dengannya, tapi siapa yang ngecek lagi? Dan penggunaan kertas bekas, itu juga udah diputuskan oleh otoritas, kan? Jadi siapa yang bisa mengatai ada kesalahan procedural?
 
Gue pikir hal ini seru banget! 🀣 Dulu gue masih bingung, tapi sekarang aku paham kenapa penggunaan kertas bekas itu jadi kasus. πŸ“
Aku bayangkan situasi di Polsek Cilandak seperti berikut:
```
+-------------------+
| Penyidik A |
| (dengan hati) |
+-------------------+
|
| Kertas bekas
v
+-------------------+
| Penyidikan B |
| (dengan cepat) |
+-------------------+
```
Aku rasa mereka digunakan kertas bekas itu untuk efisiensi, tapi sekarang malah jadi kasus. πŸ€¦β€β™‚οΈ
Tapi aku rasa ini bukan tentang kesalahan procedural, tapi tentang bagaimana mereka menggunakan kertas bekas itu dengan cara yang tidak terlalu 'smart'. πŸ€“
Aku harap penegak hukum bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan aman. Semoga korban DA bisa dilindungi! πŸ’•
 
Keren banget, Polda Metro Jaya jadi yang paling teliti sekali! πŸ€” Saya ragu-ragu aja kalau korban DA itu jujur atau bukan... tapi lama-knya penyidik Polsek Cilandak hanya menggunakan kertas bekas untuk efisiensi aja, tidak ada hubungannya dengan kasus narkotika atau dugaan penganiayaan! πŸ“ Jadi, toh kita nggak perlu khawatir banget, Polsema Jaya already pasti sedang buktikan segalanya! πŸš” #PoldaMetroJayaTepat #KorbanDAJujur #KertasBekasForEfficiency
 
Hehe, gue rasa ini kayaknya kerja sama antara penyelidik dan korban? Makin aja bingung sih, kalau korban melaporkan terhadap polisi tapi penyelidikan masih berlangsung. Gue pikir ada yang salah, tapi siapa tahu bisa jadi ada kejadian yang tidak kita ketahui. Kalau benar-benar korban tersebut diperdaya, itu akan makin gue penasaran. Gue rasa perlu ada transparansi lebih dalam proses penyelidikan ini... πŸ€”
 
Hmm, ini kayaknya bikin keraguan banget, siapa njelek ngantri kasus korban? Kalau dulu polisi bilang tak ada keterkaitan antara kasus narkotika dan penganiayaan, tapi sekarang korban DA bilang dia korban dari peretasan, tapi masih dijanjikan penyelidikan yang sama dengan kasus narkotika? Sumber apa sih, bro? Apa benar-benar tidak ada hubungan antara kertas bekas dan penganiayaan? Tapi kalau bukan, apa artinya? Ada tangan pegawai kepolisian yang 'menggiat' korban? πŸ€”
 
"Pernyataan yang dipertanyikan ini, seperti air di laut, tidak pernah benar-benar menghilang" πŸ€”

Kalau korban melaporkan terdahulu, kenapa penyidik masih bingung nih? Sepertinya ada sesuatu yang salah.
 
Eh, kalau gini terjadi, pasti ada hal yang salah kan? Kertas bekas digunakan untuk efisiensi, tapi juga bisa jadi ada sesuatu yang salah di baliknya πŸ€”. Saya rasa penyidik Polsek Cilandak harus jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi. Jika mereka benar-benar tidak menggunakan kertas bekas sebagai cara untuk rekayasa, maka mereka harus menjelaskannya dengan tuntas. Tapi kalau ada sesuatu yang salah, maka mereka harus mengakui dan mengatakan bahwa mereka melakukan kesalahan dalam proses penyelidikan. Saya ingin melihat jelasnya apa yang terjadi, bukan hanya sekedar dugaan.
 
"Ketergantungan pada teknologi membuat kita melewatkan kemampuan kita untuk berpikir secara kreatif." 😊 Mungkin ada yang salah di sini, penggunaan kertas bekas sebagai alat pemecahan tangan memang bisa dilihat dari sudut pandang keamanan dan efisiensi. Tapi, pentingnya proses penyelidikan tetap jujur dan transparan agar tidak ada kesalahpahaman lagi πŸ€”.
 
Aku pikir ini semua lagi-lagi cerita kriminal yang ganti-ganti cerita. Puluhan kertas bekas, tapi masih nggak ada bukti apa-apa yang jelas. Kalo korban dugaan penganiayaan mau melaporkan kepolisian, itu berarti ada kesempatan untuk memperbanyak kasusnya juga. Dan penyidik Polsek Cilandak yang menggunakan kertas bekas, itu nggak bisa dibela sama. Aku curhat, ini semua lagi-lagi cerita yang ngelap dan ngengat.
 
Makanya sih kalau pihak berwenang itu selalu mau ngeliput kan? Kalau sebenarnya penggunaan kertas bekas itu nggak terkait sama sekali dengan kasus narkotika, tapi Polsek Cilandak itu masih diawasi Propam. Itu nggak adil ya...
 
Aku pikir ini kayak kesalahan sederhana, tapi makanya ada spekulasi ya πŸ€”. Boleh banget sekali kertas bekas digunakan untuk efisiensi dalam proses pemeriksaan, tapi yang penting adalah tidak ada hubungan dengan kasus narkotika atau penganiayaan. Aku pikir penyidik Polsek Cilandak tidak harus diuji-ujian lagi, apa kebutuhan ada pelari balas? πŸ™„
 
ini gak enak, ya? data yang dihasilkan dari penyelidikan kasus narkotika dan dugaan penganiayaan jadi satu. sebenarnya penyidik Polsek Cilandak hanya ingin efisiensi dalam proses pemeriksaan dengan menggunakan kertas bekas. tapi propam lama-lama mengubah arah penyelidikan, misalnya.

berikut ini chart untuk membantu klarifikasi:

kasus narkotika 1.200 dugaan penganiayaan
penggunaan kertas 800 penelitian
total 1.000 total

sudah jelas, penyidik Polsek Cilandak tidak melakukan rekayasa. tapi propam lama-lama membuat kesalahan procedural dengan mengubah arah penyelidikan. kayaknya perlu dilakukan pemantauan lebih baik agar data yang dihasilkan akurat dan relevan.

saya rasa ini bukan tentang korban, melainkan tentang kesalahan procedure. tapi saya tidak ingin jadi penangkap, jadi saya hanya mau berbagi info yang ada.
 
Maksudnya apa sih? Kertas bekas nggak jadi kasus besar lagi, tapi masih banyak yang ragu-ragu tentang apa-apa πŸ˜‚. Saya pikir lebih seriusinya kalau Polsek Cilandak menggunakan kertas bekas karena ingin menghemat biayanya, bukan karena ada rencana untuk mencuri korban πŸ€‘. Dan kenapa korban DA masih melaporkan kepolisian setelah seminggu setengah? Mungkin dia juga sedang nggak sabar untuk terbebas dari peretasannya πŸ€·β€β™‚οΈ.
 
Aku pikir kalau polisi Cilandak malah serius banget ya, lama-knya berbicara tentang penggunaan kertas bekas yang salah... tapi kemudian ternyata bukan ada hubungannya dengan kasus narkotika! Aku rasa ini seperti kalimat cerita yang berantakan... Polsek Cilandak malah salah dalam penelitian, tapi tidak ada bukti nyata bahwa dugaan penganiayaan korban DA itu benar-benar benar... aku rasa penting untuk memperhatikan kesalahan procedural, tapi kita harus juga teliti lagi, apa yang sebenarnya terjadi? πŸ€”
 
πŸ€”β€β™‚οΈπŸ“ Gue pikir siapa yang banya, polisi atau korban? πŸ€·β€β™‚οΈ Dulu Polda Metro Jaya bilang tidak ada keterkaitan antara dugaan penganiayaan dan kasus narkotika, tapi sekarang dugaan penggunaan kertas bekas masih bikin rasa curiga. πŸ“ Gue rasa korban jadi korban lagi, ya? πŸ˜’
 
Gue ngerti, polisi Indonesia lagi-lagi bikin keributan tapi bukan karena ada yang salah, tapi karena mereka ingin menutupi sesuatu yang lebih penting. Kertas bekas apa-apa kebawaan dari kasus narkotika? Mungkin korban DA benar-benar korban atau apa sih?
 
kembali
Top