Propam Pastikan Tak Ada Kekerasan Polisi ke Pedagang Es Gabus

Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Kekerasan Polisi ke Pedagang Es Gabus

Kesimpulan pemeriksaan Bidpropam Polda Metro Jaya kepada Bhabinkamtibmas yang menuding pedagang es gabus bernama Sudrajat, diberitakan bahwa anggota tersebut tidak terbukti melakukan tindakan kekerasan penganiayaan. Kombes Budi Hermanto menyatakan hal ini setelah diperiksa oleh Propam.

Dilansir dari keterangan Sudrajat saat diperiksa oleh Propam, kesimpulan itu diberikan oleh Polda Metro Jaya. Oleh karena itu, tidak ada sanksi yang diberikan kepada Bhabinkamtibmas tersebut.

Namun, dilakukan pembinaan terhadap anggota untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial agar masyarakat dapat diinformasikan dengan baik. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P Hutagalung juga menekankan kepada jajarannya untuk tidak melukai hati masyarakat.

Budi Hermanto menuturkan bahwa pembinaan khusus dilakukan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari polemik yang terjadi saat tudingan kepada pedagang es gabus Sudrajat. Pihaknya menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak atau instansi berkompeten ketika menemukan suatu hal di lapangan.

Reynold E.P Hutagalung, Kapolres Metro Jakarta Pusat juga menyatakan bahwa tujuannya adalah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan masyarakat.
 
Saya senang sekali mendengar bahwa Polda Metro Jaya sudah menangani kasus pedagang es gabus Sudrajat dengan bijak 🙏 #JanganBiarkanPolisiMenjadiPenyiksa #PedagangEsGabusDeservingHati. Saya rasa pihaknya benar-benar memahami pentingnya komunikasi sosial agar masyarakat bisa diinformasikan dengan baik 📢 #KomunikasiSosialMempunyaiKekuatan. Aku juga senang melihat bahwa Kapolda Metro Jaya already melakukan pembinaan terhadap anggota untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sosial itu 💪 #PembinaanSamaBukanLagiTahukah.
 
Makasih banget Polri udah jujur dan nanggung. Udah bikin perasaan kita rileks dan percaya lagi pada sistem pemerintahan 🙏. Tapi nggak usaha apa-apa lagi, aja sini kesimpulan ya, tidak ada keterlibatan tangan-tangan yang keras dari polisi sama pedagang es gabus itu 😒. Akan tapi kita harus selalu waspada dan jujur, ya! Dan terus banget ya, pembinaan untuk memperbaiki komunikasi sosial di kalangan polisi, itu konsep yang bagus sekali 💡.
 
Gue rasanya kalau polda metro jaya malah membuat drama lagi... kayaknya kabar baik si Sudrajat gak perlu khawatir, tapi apa sebenarnya yang terjadi sih? Pedagang es gabus bingung apalagi siapa yang menuduh dia bikin kekerasan polisi... kayaknya polda jaya malah salah dalam tindakan mereka sendiri... dan sekarang ada pembinaan lagi untuk anggota polisi untuk tidak melukai hati masyarakat... seperti apa kabar baik ini? 🤷‍♂️😒
 
Kalau siapa tahu apa yang membuat Bhabinkamtibmas itu terkecil hati kayaknya ada alasan yang logis juga, tapi gue penasaran, mengapa polisi harus begitu berat hati dengan pedagang es gabus yang tidak pasti melakukan kesalahan? Kalau kita buat konteks, siapa yang selalu menjadi target kekerasan dari pihak kepolisian? Pedagang-pedagang kecil kayak gue aja, kalau gwe tidak boleh ngobrol dengan polisi, apa bedanya kalau dia juga mengenakan pakaian yang bagus dan membawa alat-alat berbeda. Gue yakin, siapa pun yang salah pasti akan ada penjelasan yang jelas dari mereka, tapi siapa yang bersalah tidak pasti ada bukti yang nyata.
 
heyy, aku kayaknya suka es gabus, tapi kenapa gak ada yang ngerembiang kalau pedagang guset? aku pikir polda Metro Jaya kayaknya lewat kejadian ini untuk berkomunikasi dengan mereka, jadi masyarakat tidak terburu-buru memberi umpan balik. tapi, apa yang bikin aku ingat, aku lama banget nggak makan es gabus, aku suka es buah, lebih enak aja! 🍦😋
 
kembali
Top