Jakarta, WEF Davos 2026 akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menarik investor di sektor padat karya, terutama di industri pangan. Menurut Deputi Promosi Penanaman Modal dan Hilirisasi Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan, industri pangan merupakan andalan yang dapat menarik perhatian investor dunia.
"Nah kalau padat karya kita punya kemampuan untuk bisa menciptakan di sektor pangan," kata Nurul. Indonesia akan memperkenalkan sektor-sektor ini pada WEF Davos 2026, di mana perwakilan Indonesia akan mencari investor-investor baik itu dalam industri pangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional.
Pembentukan hilirisasi di sektor pangan dapat menjadi pintu masuk bagi kapital masuk dan membuka lapangan kerja yang semakin luas. Investasi yang masuk juga akan membawa teknologi, sehingga kombinasi antara modal, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Selain itu, industri pangan merupakan kombinasi strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar. Kemudian ada industri-alas kaki dan tekstil yang masih memiliki daya saing di dunia.
"Nah kalau padat karya kita punya kemampuan untuk bisa menciptakan di sektor pangan," kata Nurul. Indonesia akan memperkenalkan sektor-sektor ini pada WEF Davos 2026, di mana perwakilan Indonesia akan mencari investor-investor baik itu dalam industri pangan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan pangan nasional maupun regional.
Pembentukan hilirisasi di sektor pangan dapat menjadi pintu masuk bagi kapital masuk dan membuka lapangan kerja yang semakin luas. Investasi yang masuk juga akan membawa teknologi, sehingga kombinasi antara modal, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Selain itu, industri pangan merupakan kombinasi strategis untuk menarik investasi yang menyerap tenaga kerja besar. Kemudian ada industri-alas kaki dan tekstil yang masih memiliki daya saing di dunia.