Valentino Garavani, desainer merek mewah legendaris yang meninggal dunia pada usia 93 tahun. Valentino lahir di Voghera, Italia pada 11 Mei 1932 dan sejak masa kanak-kanak, ia menunjukkan ketertarikan luar biasa pada dunia keindahan, seni, dan pakaian berkelas.
Setelah belajar menggambar dan magang di lingkungan penjahit lokal, Valentino berangkat ke Paris pada usia 18 tahun untuk menempuh pendidikan formal di Ecole des Beaux-Arts dan Chambre Syndicale de la Couture. Di sana, ia membentuk fondasi melalui pengalaman bekerja dengan para maestro mode seperti Jean Desses dan Guy Laroche.
Setelah kembali ke Italia pada akhir 1950-an, Valentino menyempurnakan keahliannya di bawah Emilio Schuberth serta Vincenzo Ferdinandi. Pada tahun 1960, ia membuka rumah modenya sendiri di Via Condotti, Roma. Kariernya di panggung internasional terjadi pada pertengahan 1960-an, didorong oleh pengakuan dari klien-klien berprofil tinggi seperti Elizabeth Taylor dan Jacqueline Kennedy Onassis.
Valentino dikenal sebagai simbol keanggunan modern, terutama melalui koleksi monokrom hitam putih dan penciptaan warna merah khas yang menjadi identitas visual rumah mode Valentino. "Valentino Red" merupakan sebuah nuansa carmine scarlet dengan sentuhan oranye yang menjadi ikon romantisme dalam sejarah fashion.
Bersama Giancarlo Giammetti, pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya selama lebih dari enam dekade, Valentino membangun kerajaan mode global yang mencapai puncak kejayaan pada 1970-an dan 1980-an. Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sejajar dengan nama-nama besar seperti Yves Saint Laurent dan Karl Lagerfeld.
Valentino berpegang teguh pada filosofi yang konsisten dan sederhana: bahwa perempuan ingin merasa cantik, dan bahwa keindahan adalah nilai tertinggi yang patut dirayakan tanpa ironi. "Saya mencintai keindahan. Itu bukan kesalahan saya. Dan saya tahu apa yang diinginkan perempuan: mereka ingin merasa cantik," ucap Valentino.
Sepanjang hidupnya, Valentino menerima berbagai penghargaan prestisius di Italia dan Prancis, tampil dalam film dan dokumenter, serta dikenal sebagai kolektor seni dan tokoh budaya berpengaruh.
Setelah belajar menggambar dan magang di lingkungan penjahit lokal, Valentino berangkat ke Paris pada usia 18 tahun untuk menempuh pendidikan formal di Ecole des Beaux-Arts dan Chambre Syndicale de la Couture. Di sana, ia membentuk fondasi melalui pengalaman bekerja dengan para maestro mode seperti Jean Desses dan Guy Laroche.
Setelah kembali ke Italia pada akhir 1950-an, Valentino menyempurnakan keahliannya di bawah Emilio Schuberth serta Vincenzo Ferdinandi. Pada tahun 1960, ia membuka rumah modenya sendiri di Via Condotti, Roma. Kariernya di panggung internasional terjadi pada pertengahan 1960-an, didorong oleh pengakuan dari klien-klien berprofil tinggi seperti Elizabeth Taylor dan Jacqueline Kennedy Onassis.
Valentino dikenal sebagai simbol keanggunan modern, terutama melalui koleksi monokrom hitam putih dan penciptaan warna merah khas yang menjadi identitas visual rumah mode Valentino. "Valentino Red" merupakan sebuah nuansa carmine scarlet dengan sentuhan oranye yang menjadi ikon romantisme dalam sejarah fashion.
Bersama Giancarlo Giammetti, pasangan hidup sekaligus mitra bisnisnya selama lebih dari enam dekade, Valentino membangun kerajaan mode global yang mencapai puncak kejayaan pada 1970-an dan 1980-an. Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sejajar dengan nama-nama besar seperti Yves Saint Laurent dan Karl Lagerfeld.
Valentino berpegang teguh pada filosofi yang konsisten dan sederhana: bahwa perempuan ingin merasa cantik, dan bahwa keindahan adalah nilai tertinggi yang patut dirayakan tanpa ironi. "Saya mencintai keindahan. Itu bukan kesalahan saya. Dan saya tahu apa yang diinginkan perempuan: mereka ingin merasa cantik," ucap Valentino.
Sepanjang hidupnya, Valentino menerima berbagai penghargaan prestisius di Italia dan Prancis, tampil dalam film dan dokumenter, serta dikenal sebagai kolektor seni dan tokoh budaya berpengaruh.