Sugianto, seorang nelayan Indonesia yang lahir di Indramayu, Jawa Barat, telah membuat nama dirinya di Korea Selatan dan dunia internasional. Ia mendapat penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan atas tindakannya sebagai pahlawan saat kebakaran hutan besar melanda Kabupaten Yeongdeok pada Maret 2025.
Pada malam hari itu, terjadi kebakaran hutan yang bermula di Uiseong menyebar cepat akibat angin kencang dan cuaca kering. Sugianto bersama teman-temannya melakukan aksi penyelamatan para lansia di desa yang terserang api. Ia menggendong sedikitnya tujuh lansia di punggungnya, bahkan mendaki jalur perbukitan dengan kemiringan tajam saat api semakin mendekat.
Tindakan spontan Sugianto menyelamatkan seluruh penduduk desa tanpa korban jiwa meskipun sejumlah rumah mengalami kerusakan. Aksinya ini membuatnya dijuluki warga setempat sebagai "pahlawan tersembunyi" dan menarik perhatian luas media Korea Selatan dan Indonesia.
Atas kontribusi kemanusiaannya, Sugianto bersama dengan dua rekannya, Leo dan Vicky, menerima penghargaan resmi dari Pemerintah Korea Selatan. Ia juga dianugerahi medali dan piagam kehormatan yang diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Cheong Wa Dae.
Sugianto sendiri adalah seorang diaspora Indonesia yang lahir pada 1 Desember 1994. Ia telah bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan sejak 2017 dan menetap di Desa Gyeongjong, sebuah desa pesisir berbukit yang mayoritas penduduknya adalah lansia.
Selain dari penghargaannya, Sugianto juga dianugerahi sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kisahnya menjadi simbol citra positif pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Pada malam hari itu, terjadi kebakaran hutan yang bermula di Uiseong menyebar cepat akibat angin kencang dan cuaca kering. Sugianto bersama teman-temannya melakukan aksi penyelamatan para lansia di desa yang terserang api. Ia menggendong sedikitnya tujuh lansia di punggungnya, bahkan mendaki jalur perbukitan dengan kemiringan tajam saat api semakin mendekat.
Tindakan spontan Sugianto menyelamatkan seluruh penduduk desa tanpa korban jiwa meskipun sejumlah rumah mengalami kerusakan. Aksinya ini membuatnya dijuluki warga setempat sebagai "pahlawan tersembunyi" dan menarik perhatian luas media Korea Selatan dan Indonesia.
Atas kontribusi kemanusiaannya, Sugianto bersama dengan dua rekannya, Leo dan Vicky, menerima penghargaan resmi dari Pemerintah Korea Selatan. Ia juga dianugerahi medali dan piagam kehormatan yang diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Cheong Wa Dae.
Sugianto sendiri adalah seorang diaspora Indonesia yang lahir pada 1 Desember 1994. Ia telah bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan sejak 2017 dan menetap di Desa Gyeongjong, sebuah desa pesisir berbukit yang mayoritas penduduknya adalah lansia.
Selain dari penghargaannya, Sugianto juga dianugerahi sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kisahnya menjadi simbol citra positif pekerja migran Indonesia di luar negeri.