Korsel Menyambut Kemanusiaan Sugianto, Pahlawan Tersembunyi Dari Bumi Sumpah
Sugianto, seorang nelayan Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dari 2017 lalu mendapat penghargaan dari Presiden Lee Jae Myung. Aksinya kemanusiaan saat kebakaran hutan besar melanda Kabupaten Yeongdeok dan menyelamatkan para lansia adalah contoh nyata pahlawanan sugianto yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.
Di malam 25 Maret 2025, terjadi kebakaran hutan di Uiseong yang bermula di desa tersebut sekitar jam 1 sore. Kondisi cuaca pada saat itu juga sangat buruk dengan angin kencang dan cuaca kering sehingga api semakin mendekat dan menyebarkan kebakaran hutan sampai menyebar cepat ke desa Yeongdeok, menyebabkan listrik mati dan komunikasi lumpuh, serta membuat banyak warga tidak menyadari bahaya karena kejadian berlangsung saat malam hari.
Dalam kondisi kacau dan penuh asap, Sugianto bersama 2 rekannya Leo Dipiyo dan Vicky Septa Eka Saputra, serta aparat desa setempat, segera menyisir rumah-rumah penduduk untuk membangunkan dan mengevakuasi para lansia yang kesulitan bergerak di jalan desa yang curam. Aksinya ini sangat berani dan penuh keberanian karena Sugianto menggendong sedikitnya tujuh lansia di punggungnya, bahkan mendaki jalur perbukitan dengan kemiringan tajam saat api semakin mendekat.
Pahlawannya ini membuat Sugianto menjadi "pahlawan tersembunyi" dari warga setempat. Aksinya kemanusiaan ini juga menjadi contoh nyata keberanian dan penuh perhatian terhadap orang-orang yang membutuhkan, sehingga tidak heran jika Sugianto mendapatkan penghargaan resmi dari Pemerintah Korea Selatan.
Atas kontribusi kemanusiaannya, Sugianto bersama dengan dua rekannya menerima penghargaan resmi dari Presiden Lee Jae Myung, termasuk pemberian visa tinggal jangka panjang kategori F-2 sebagai bentuk apresiasi negara.
Sugianto, seorang nelayan Indonesia yang bekerja di Korea Selatan dari 2017 lalu mendapat penghargaan dari Presiden Lee Jae Myung. Aksinya kemanusiaan saat kebakaran hutan besar melanda Kabupaten Yeongdeok dan menyelamatkan para lansia adalah contoh nyata pahlawanan sugianto yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.
Di malam 25 Maret 2025, terjadi kebakaran hutan di Uiseong yang bermula di desa tersebut sekitar jam 1 sore. Kondisi cuaca pada saat itu juga sangat buruk dengan angin kencang dan cuaca kering sehingga api semakin mendekat dan menyebarkan kebakaran hutan sampai menyebar cepat ke desa Yeongdeok, menyebabkan listrik mati dan komunikasi lumpuh, serta membuat banyak warga tidak menyadari bahaya karena kejadian berlangsung saat malam hari.
Dalam kondisi kacau dan penuh asap, Sugianto bersama 2 rekannya Leo Dipiyo dan Vicky Septa Eka Saputra, serta aparat desa setempat, segera menyisir rumah-rumah penduduk untuk membangunkan dan mengevakuasi para lansia yang kesulitan bergerak di jalan desa yang curam. Aksinya ini sangat berani dan penuh keberanian karena Sugianto menggendong sedikitnya tujuh lansia di punggungnya, bahkan mendaki jalur perbukitan dengan kemiringan tajam saat api semakin mendekat.
Pahlawannya ini membuat Sugianto menjadi "pahlawan tersembunyi" dari warga setempat. Aksinya kemanusiaan ini juga menjadi contoh nyata keberanian dan penuh perhatian terhadap orang-orang yang membutuhkan, sehingga tidak heran jika Sugianto mendapatkan penghargaan resmi dari Pemerintah Korea Selatan.
Atas kontribusi kemanusiaannya, Sugianto bersama dengan dua rekannya menerima penghargaan resmi dari Presiden Lee Jae Myung, termasuk pemberian visa tinggal jangka panjang kategori F-2 sebagai bentuk apresiasi negara.