Selasa (27/1/2026), pesawat maskapai Smart Air mendarat darurat di bibir pantai Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah. Menurut Kepala Kantor Basarnas Nabire, Tri Joko, sebanyak 13 orang penumpang termasuk kru dilaporkan selamat.
Pesawat tersebut terpaksa mendarat setelah lepas landas dari Bandara Nabire karena gangguan mesin. Lebih lanjut, pesawat tersebut semula hendak terbang dari Nabire ke Kaimana, Papua Barat, namun harus kembali ke pangkalan akibat thrust power yang semakin turun.
"Karena thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," kata Lukman F. Laisa, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.
Smart Air merupakan maskapai penerbangan yang beroperasi dengan armada pesawat Cessna Caravan tipe 208/208B, helikopter Airbus H 130 T2, dan helikopter Robinson 66. Maskapai ini berfokus pada penerbangan perintis, carter, dan layanan udara di dua wilayah operasional utama, yaitu Kalimantan dan Papua.
Smart Air juga dilaporkan memiliki dan mengoperasikan private airport di Singkawang, Kalimantan Barat, dan base di Nabire, Papua. Maskapai ini telah meraih beberapa sertifikasi bidang penerbangan, termasuk Air Operator Certificate (AOC) 136-062 dan Aircraft & Helicopter Maintenance dari Approved Maintenance Organization (AMO) 145-D1003.
Namun, sebelum insiden ini, pesawat Smart Air juga pernah mengalami kecelakaan. Salah satunya adalah jatuhnya pesawat kargo tipe Pilatus Pc-6 pada 8 Maret 2024 lalu, yang mengakibatkan satu orang teknisi meninggal dunia.
Pesawat tersebut terpaksa mendarat setelah lepas landas dari Bandara Nabire karena gangguan mesin. Lebih lanjut, pesawat tersebut semula hendak terbang dari Nabire ke Kaimana, Papua Barat, namun harus kembali ke pangkalan akibat thrust power yang semakin turun.
"Karena thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," kata Lukman F. Laisa, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.
Smart Air merupakan maskapai penerbangan yang beroperasi dengan armada pesawat Cessna Caravan tipe 208/208B, helikopter Airbus H 130 T2, dan helikopter Robinson 66. Maskapai ini berfokus pada penerbangan perintis, carter, dan layanan udara di dua wilayah operasional utama, yaitu Kalimantan dan Papua.
Smart Air juga dilaporkan memiliki dan mengoperasikan private airport di Singkawang, Kalimantan Barat, dan base di Nabire, Papua. Maskapai ini telah meraih beberapa sertifikasi bidang penerbangan, termasuk Air Operator Certificate (AOC) 136-062 dan Aircraft & Helicopter Maintenance dari Approved Maintenance Organization (AMO) 145-D1003.
Namun, sebelum insiden ini, pesawat Smart Air juga pernah mengalami kecelakaan. Salah satunya adalah jatuhnya pesawat kargo tipe Pilatus Pc-6 pada 8 Maret 2024 lalu, yang mengakibatkan satu orang teknisi meninggal dunia.