Jumat, 29 Januari 2026, pesawat maskapai Smart Air mendarat darurat di bibir pantai Bandara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah. Kondisi yang mengejutkan ini terjadi setelah pesawat dilaporkan mengalami gangguan mesin saat lepas landas dari Bandara Nabire. Setelah sempat mengudara sekitar 12 menit, pilot memutuskan untuk mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure.
Kepala Kantor Basarnas Nabire Tri Joko menyatakan bahwa seluruh penumpang 13 orang termasuk kru telah dilaporkan selamat dan dalam kondisi baik. Namun, masih sedang melakukan pendataan jumlah pasti penumpang yang berada di dalam pesawat.
Maskapai ini merupakan maskapai penerbangan di bawah perusahaan jasa angkutan udara niaga tak berjadwal, PT Smart Cakrawala Aviation. Dengan armada pesawat sebanyak 35 unit, maskapai ini telah memiliki beberapa jenis pesawat, termasuk Cessna Caravan tipe 208/208B, helikopter Airbus H 130 T2, dan helikopter Robinson 66.
Smart Air berfokus pada penerbangan perintis, carter, dan layanan udara dengan dua wilayah operasional utama, yaitu Kalimantan dan Papua. Maskapai ini juga memiliki base di Nabire, Papua dan memiliki private airport di Singkawang, Kalimantan Barat.
Sertifikasi yang diterima oleh maskapai ini termasuk Air Operator Certificate (AOC) 136-062, Aircraft & Helicopter Maintenance dari Approved Maintenance Organization (AMO) 145-D1003 hingga Approved Military Aircraft Repair Station (AMARS).
Namun, insiden ini tidak menjadi pertama kalinya bagi maskapai ini. Sebelumnya beberapa waktu lalu, pesawat kargo Smart Air juga mengalami kecelakaan jatuh pada 8 Maret 2024 lalu saat mengangkut sembako seberat 583 kilogram dari Bandara Juwata Tarakan menuju Binuang, Krayan, Nunukan.
Kepala Kantor Basarnas Nabire Tri Joko menyatakan bahwa seluruh penumpang 13 orang termasuk kru telah dilaporkan selamat dan dalam kondisi baik. Namun, masih sedang melakukan pendataan jumlah pasti penumpang yang berada di dalam pesawat.
Maskapai ini merupakan maskapai penerbangan di bawah perusahaan jasa angkutan udara niaga tak berjadwal, PT Smart Cakrawala Aviation. Dengan armada pesawat sebanyak 35 unit, maskapai ini telah memiliki beberapa jenis pesawat, termasuk Cessna Caravan tipe 208/208B, helikopter Airbus H 130 T2, dan helikopter Robinson 66.
Smart Air berfokus pada penerbangan perintis, carter, dan layanan udara dengan dua wilayah operasional utama, yaitu Kalimantan dan Papua. Maskapai ini juga memiliki base di Nabire, Papua dan memiliki private airport di Singkawang, Kalimantan Barat.
Sertifikasi yang diterima oleh maskapai ini termasuk Air Operator Certificate (AOC) 136-062, Aircraft & Helicopter Maintenance dari Approved Maintenance Organization (AMO) 145-D1003 hingga Approved Military Aircraft Repair Station (AMARS).
Namun, insiden ini tidak menjadi pertama kalinya bagi maskapai ini. Sebelumnya beberapa waktu lalu, pesawat kargo Smart Air juga mengalami kecelakaan jatuh pada 8 Maret 2024 lalu saat mengangkut sembako seberat 583 kilogram dari Bandara Juwata Tarakan menuju Binuang, Krayan, Nunukan.