Sari Yuliati dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI, menggantikan Adies Kadir yang mundur karena ditunjuk menjadi Hakim MK. Sari berasal dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan telah dua kali menjabat sebagai anggota DPR RI. Lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976, Sari mewakili Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat II yang mencakup beberapa kabupaten dan kota di Pulau Lombok.
Sari Yuliati memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Ia mengelola SD Negeri 3 Pagi Duren Sawit, SMP Negeri 27 Duren Sawit, SMA Negeri 81 Labschool Rawamangun, Universitas Trisakti (Teknik Sipil), Universitas Indonesia (Magister Teknik), dan Universitas Kristen Indonesia (Sarjana Ilmu Hukum) serta Universitas Padjadjaran Bandung (Doktor Ilmu Hukum).
Menurut laporan Komisi Pemberantasan Korupsi, Sari Yuliati memiliki harta kekayaan sebesar Rp47.924.468.000 dengan properti di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor dan Bekasi. Meskipun demikian, total harta kekayaannya yang bersih adalah sekitar Rp55,6 miliar karena dia memiliki utang sebesar Rp576 juta.
Sari Yuliati memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Ia mengelola SD Negeri 3 Pagi Duren Sawit, SMP Negeri 27 Duren Sawit, SMA Negeri 81 Labschool Rawamangun, Universitas Trisakti (Teknik Sipil), Universitas Indonesia (Magister Teknik), dan Universitas Kristen Indonesia (Sarjana Ilmu Hukum) serta Universitas Padjadjaran Bandung (Doktor Ilmu Hukum).
Menurut laporan Komisi Pemberantasan Korupsi, Sari Yuliati memiliki harta kekayaan sebesar Rp47.924.468.000 dengan properti di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor dan Bekasi. Meskipun demikian, total harta kekayaannya yang bersih adalah sekitar Rp55,6 miliar karena dia memiliki utang sebesar Rp576 juta.