Gustavo Petro, presiden Kolombia yang saat ini menimbulkan ketakutan Donald Trump, tak pernah kalah dalam melawan ancaman tersebut. Pernahkah kamu mendengar bahwa Donald Trump mengancam Kolombia sebagai negara yang "sangat sakit" dan diimpini oleh orang-orang yang suka membuat kokain? Tapi Petro tidak mau terkena serangan itu.
Bercerita dari diri Petro, dia adalah seorang promotor perdamaian dan telah menengahi pihak Pemerintah Kolombia dengan kelompok gerilya Marxis M-19. Dia pernah menjalani hukuman penjara karena mengikuti gerakan ini. Tetapi sekarang dia dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan tidak mau kalah.
Petro memperjuangkan kebebasan rakyatnya dan tidak mau terkena serangan dari luar. Dia melawan Donald Trump dengan keberanian dan tegas. Ketika disebut sebagai orang sakit yang suka membuat kokain, Petro tidak mau diperlakukan seperti itu. Dia bilang Trump berbicara tanpa pengetahuan dan harus berhenti memfitnahnya.
Sementara itu, Kolombia menjadi negara produsen kokain terbesar di dunia, tetapi bukti yang dia terlibat dalam bisnis tersebut tidak ada. Petro sendiri menilai bahwa Trump telah memfitnahnya selama ini dan meminta untuk menghentikan aksinya.
Jika Kolombia terancam atau mendapatkan serangan, Petro akan kembali mengangkat senjata. Dia bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi, tetapi demi tanah airnya akan mengangkat senjata lagi.
Bercerita dari diri Petro, dia adalah seorang promotor perdamaian dan telah menengahi pihak Pemerintah Kolombia dengan kelompok gerilya Marxis M-19. Dia pernah menjalani hukuman penjara karena mengikuti gerakan ini. Tetapi sekarang dia dikenal sebagai pemimpin yang kuat dan tidak mau kalah.
Petro memperjuangkan kebebasan rakyatnya dan tidak mau terkena serangan dari luar. Dia melawan Donald Trump dengan keberanian dan tegas. Ketika disebut sebagai orang sakit yang suka membuat kokain, Petro tidak mau diperlakukan seperti itu. Dia bilang Trump berbicara tanpa pengetahuan dan harus berhenti memfitnahnya.
Sementara itu, Kolombia menjadi negara produsen kokain terbesar di dunia, tetapi bukti yang dia terlibat dalam bisnis tersebut tidak ada. Petro sendiri menilai bahwa Trump telah memfitnahnya selama ini dan meminta untuk menghentikan aksinya.
Jika Kolombia terancam atau mendapatkan serangan, Petro akan kembali mengangkat senjata. Dia bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi, tetapi demi tanah airnya akan mengangkat senjata lagi.