Mette Frederiksen, Perdana Menteri Denmark yang ditunjuk sebagai tokoh paling berpengaruh di Eropa, sering kali mendapat perhatian dari pihak internasional. Sebenarnya ada yang mengatakan dia terlalu muda untuk menjabat peran ini dan bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang politik. Tapi apa yang kita lihat dari profil Mette Frederiksen tersebut, dia ternyata memiliki latar belakang pendidikan yang kuat serta telah menjadi perempuan kedua yang jadi PM di Denmark.
Sebelum menjadi Perdana Menteri, Mette Frederiksen sempat menjabat sebagai anggota parlemen, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Kehakiman. Dia juga merupakan pemimpin Partai Sosial Demokrat mulai tahun 2015. Dengan demikian, dia memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang politik dan telah terbukti berkoalisi dengan pihak lain untuk memperoleh jabatan Perdana Menteri.
Saat ini, Mette Frederiksen sering kali menjadi bahan perbincangan di kancah internasional. Salah satunya adalah ketika Presiden AS Donald Trump mengunggah peta wilayah Greenland yang ditutupi bendera AS, dengan menulis "Soon". Pada dasarnya, ini merupakan pernyataan menunjukkan minatnya untuk menganeksasi wilayah Greenland. Maka dari itu, Mette Frederiksen, Perdana Menteri Denmark, memberikan sikap yang serius terhadap Trump.
Mette mengungkapkan bahwa AS tidak berhak mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark. Dia juga menegaskan bahwa jaminan keamanan Greenland ada di bawah aliansi NATO sekaligus Denmark. Pihak AS sudah memiliki akses untuk perjanjian pertahanan di wilayah tersebut.
Pada dasarnya, Mette Frederiksen menyampaikan bahwa pernyataan Trump yang akan menganeksasi Greenland ini diklaim tidak pantas. Dia juga meminat pihak AS untuk berhenti menyampaikan pernyataan sejenis.
Sebelum menjadi Perdana Menteri, Mette Frederiksen sempat menjabat sebagai anggota parlemen, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Kehakiman. Dia juga merupakan pemimpin Partai Sosial Demokrat mulai tahun 2015. Dengan demikian, dia memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang politik dan telah terbukti berkoalisi dengan pihak lain untuk memperoleh jabatan Perdana Menteri.
Saat ini, Mette Frederiksen sering kali menjadi bahan perbincangan di kancah internasional. Salah satunya adalah ketika Presiden AS Donald Trump mengunggah peta wilayah Greenland yang ditutupi bendera AS, dengan menulis "Soon". Pada dasarnya, ini merupakan pernyataan menunjukkan minatnya untuk menganeksasi wilayah Greenland. Maka dari itu, Mette Frederiksen, Perdana Menteri Denmark, memberikan sikap yang serius terhadap Trump.
Mette mengungkapkan bahwa AS tidak berhak mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark. Dia juga menegaskan bahwa jaminan keamanan Greenland ada di bawah aliansi NATO sekaligus Denmark. Pihak AS sudah memiliki akses untuk perjanjian pertahanan di wilayah tersebut.
Pada dasarnya, Mette Frederiksen menyampaikan bahwa pernyataan Trump yang akan menganeksasi Greenland ini diklaim tidak pantas. Dia juga meminat pihak AS untuk berhenti menyampaikan pernyataan sejenis.