Profil Masjid Raya Al Jabbar, Punya Siapa, & di Mana Lokasinya?

KDM menawarkan pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar, tapi Muhammadiyah tolaknya. Dalam pidato peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) Selasa 18/11/2025, Prof Haedar Nashir mengatakan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau KDM sempat menawarkan pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar pada Muhammadiyah.

Namun, ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah itu dengan tegas menyatakan penolakannya atas tawaran tersebut. Alasannya bukan karena ketidakmampuan organisasi Muhammadiyah dalam mengelola masjid, melainkan dia ingin Masjid Raya Al Jabbar menjadi milik bersama sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk mengurusnya.

Selain itu, Haedar Nashir juga menyatakan dirinya tidak ingin masjid yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat kemudian dicap sebagai milik golongan tertentu sebab mengurusnya.
 
Saya pikir pilihan Muhammadiyah ini agak konyol, kalau gak mau diawasi siapa sih yang akan mengawasinya 🤔? Tapi, aku naksah, dia mau masjid jadi milik bersama, itu ide yang bagus juga, bisa akses lebih mudah buat umum ⚡️. Saya tahu kalau banyak orang yang khawatir masjid itu menjadi milik golongan tertentu, tapi gini sapa sih yang akan mengarahkannya? 😂 Aku harap pemerintah bisa mendukung peresmian masjid ini dengan baik 🤞.
 
Pernah dengerin kalau Masjid Raya Al Jabbar di Jakarta itu dibangun dengan uang rakyat, tapi nanti siapa yang ngelola aja? Nah, ternyata KDM dan Gubernur Jawa Barat sudah tawarin ngelolanya, tapi Muhammadiyah tidak ingin mau. Mereka malah ingin masjid itu menjadi milik bersama, yaitu semua orang Indonesia yang beragama Islam bisa merasakan keindahan masjid itu. Saya setuju, kalau kita ngelola masjid bersama-sama, pasti semakin baik hasilnya. Dan saya juga paham dengan Haedar Nashir, jangan biarkan masjid yang dibangun menggunakan uang rakyat menjadi milik golongan tertentu aja. Itu tidak adil! 🙏🏼
 
Wahhhhhh... gimana kalau Gubernur mau buat Masjid Raya Al Jabbar milik bersama sih? Mau-mau kolaborasi dengan Muhammadiyah, tapi apa yang terjadi sama KDM dan Gubernur Jawa Barat kayaknya kayak aja. Kalau Mulyadi atau KDM mau tawar menawar, kenapa Muhammadiyah jadi penolak aja? Wahh, kalau mau jadi milik bersama, aku setuju juga sih... jadi tidak ada yang di cap kaya aja...
 
Gini sih, kalau Masjid Raya Al Jabbar dilaksanakan pengelolaannya oleh KDM atau Gubernur Jawa Barat, itu apa? Apakah gak ada orang lain yang bisa jadi pengelolanya? Marenah juga kalau Muhammadiyah minta masjid ini menjadi milik bersama, tapi gak ada yang tahu siapa-siapa di balik keputusan itu. Mungkin karena sebenarnya Gubernur Jawa Barat atau KDM udah memiliki rencana lain untuk Masjid Raya Al Jabbar... 🤔
 
Gue pikir gini, ya kalau Masjid Raya Al Jabbar jadi milik bersama itu akan bagus banget! Seperti ini 📈 85% masyarakat yang mendukung keputusan Muhammadiyah memilih untuk mengelolanya bersama, sementara yang lain hanya 15%. Jika dimasuki oleh KDM atau Dedi Mulyadi itu, nanti gue kira masjid itu jadi milik tertentu dan tidak adil lagi 🚫. Lalu bagaimana caranya jika mau dibangun dengan APBD? Sepertinya biaya bangunan yang besar itu akan menimpa banyak masyarakat 😬. Gue rasa 60% dari biaya konstruksi itu harus diambil oleh pemerintah, 20% lagi untuk diberikan kepada masyarakat sebagai imbalan atas dedikasinya, dan sisanya bisa dimanfaatkan oleh organisasi Muhammadiyah itu sendiri 🤝.
 
Gue kayaknya nggak setuju sama ketua Muhammadiyah nih, apalagi dia juga bilang mau buat masjid bersama sih tapi gue pikir dia cari cara untuk jaga kontrol di balik itu 🤔. Gue rasa kalau Muhammadiyah ingin masjid milik bersama itu nggak boleh jadikan tujuan utamanya, apalagi jika ada yang bingung dengan tujuan itu apa lagi.
 
Gue penasaran kenapa KDM dan Gubernur Jawa Barat harus terus nanti menawarkan pengelolaan Masjid Raya Al Jabbar padahal Muhammadiyah udah jelas ingin masjid itu menjadi milik bersama 🤔. Apakah mereka takut ketakutan siapa lagi yang akan mengurus masjid ini? Gue rasa kalau Masjid Raya Al Jabbar harus diurus oleh pengusaha muda yang bisa membuat masjid ini menjadi tempat ibadah yang nyaman dan aman bagi umat. Tapi, apa keinginan mereka bukan untuk membuat orang-orang berbeda tergoda? 😔
 
Aku pikir ini kayak caranya kalau kita jangan saling menghinjaman dulu! KDM dan Gubernur Jawa Barat bisa ngobrol dulu kalau mau ngelolosa Masjid Raya Al Jabbar, tapi apa kabar dengan Muhammadiyah? Mereka punya pendapat sendiri tentang bagaimana masjid itu harus dielola. Aku setuju dengan Haedar Nashir, kalau kita ingin masjid milik bersama, maka kita harus siap untuk mengurusnya bersama-sama! Tapi, aku rasa apa yang membuatku khawatir adalah kalau Masjid Raya Al Jabbar akhirnya jadi milik golongan tertentu saja. Aku harap bisa dilaraskan dengan lebih spesifik tentang bagaimana pengelolaan masjid itu diatur 🙏
 
ini terus2 keterlibatan muhammadiyah dgn masyakat jawa barat, tapi gak apa2 kalau gubang di tangan mereka nih wawancara dengan gubang yang mau bikin masjid raya al jabbar dan apakah itu akan berpengaruh pada peresmian masjid ini 🤔
 
Pokoknya kalau MASJID RAYA AL JABBAR itu harus diurus bersama aja, tidak ada salahnya nih... kalau KDM atau gub Jerusaleman mau ngelola masjid itu bukannya kebaikannya, tapi kalau Muhammadiyah juga mau, maka MASJID RAYA AL JABBAR itu akan lebih baik dan lebih aman dari dicap milik golongan tertentu. Tapi aku sengaja aja nih, karena aku suka bikin perdebatan, hehe 😜👊
 
kembali
Top