Liam Rosenior: Muda Tapi Sudah Punya Prestasi di Lapangan dan Kursi Pelatihan. Di antara perubahan pelatih Chelsea yang ke-15 sejak 2008, Liam Rosenior kini menunjak berbagai profil dari pengalamannya sebagai pemain sepak bola, asisten dan bahkan pelatih kepala di klub-klub bawah Liga Primer Inggris hingga Ligue 1 Prancis. Pada akhirnya, setelah beberapa musim yang tidak mengesankan sebagai pemain profesional, kini ia dipercaya menjadi kepala tim putra Chelsea.
Prestasi karier Liam pada lapangan sepak bola, meskipun terbilang mewah bagi standard umum para selebritas sepak bola, hingga saat ini masih kurang dari yang dimiliki oleh banyak pelatih sekaliber Enzo Maresca. Seperti halnya pemain-pemain bawah Liga Primer Inggris lainnya, Liam Rosenior bermain di kelas divisi kedua dan ketiga pada musim-musim berikut ini: EFL Trophy dengan Fulham (klub divisi tiga bawah Liga Primer), Torquay dan Ipswich. Ia juga pernah bermain untuk Reading dan Hull City.
Meskipun demikian, karier Liam di kursi kepelatihan tampak lebih cerdas dari yang dimiliki oleh banyak pemain sepak bola. Di antara hal ini, ia menilai penguasaan bola sebagai bagian penting taktisnya. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun kurang terlihat pada masa bermain profesionalnya, Liam memiliki konsep yang solid mengenai bagaimana permainan sepak bolanya harus dijalankan.
Pada musim 2018/19, Liam putuskan untuk memulai karier pelatih dan diberi kepercayaan sebagai asisten pelatih tim U-21 Brighton. Posisinya kemudian ditanggapi oleh Derby County yang dimainkan Curtis Davies. Meskipun tidak berhasil mengantarkan Derby City kepada poin promosi, Liam menunjukkan kemampuannya dengan hasil berikut ini: 14 kemenangan dari total 34 pertandingan di divisi ketiga EFL Championship musim 2019/2020.
Kemudian, ia dipinang oleh RC Strasbourg FC untuk jadi pelatih kepala mereka dan berhasil mengantarkan tim tersebut ke peringkat ketiga klasemen Ligue 1 musim 2024/25. Sebagai penutupnya, Liam dianggap sebagai salah satu manajer termuda yang bisa mengelabui pemain top Liga 1 Prancis.
Prestasi karier Liam pada lapangan sepak bola, meskipun terbilang mewah bagi standard umum para selebritas sepak bola, hingga saat ini masih kurang dari yang dimiliki oleh banyak pelatih sekaliber Enzo Maresca. Seperti halnya pemain-pemain bawah Liga Primer Inggris lainnya, Liam Rosenior bermain di kelas divisi kedua dan ketiga pada musim-musim berikut ini: EFL Trophy dengan Fulham (klub divisi tiga bawah Liga Primer), Torquay dan Ipswich. Ia juga pernah bermain untuk Reading dan Hull City.
Meskipun demikian, karier Liam di kursi kepelatihan tampak lebih cerdas dari yang dimiliki oleh banyak pemain sepak bola. Di antara hal ini, ia menilai penguasaan bola sebagai bagian penting taktisnya. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun kurang terlihat pada masa bermain profesionalnya, Liam memiliki konsep yang solid mengenai bagaimana permainan sepak bolanya harus dijalankan.
Pada musim 2018/19, Liam putuskan untuk memulai karier pelatih dan diberi kepercayaan sebagai asisten pelatih tim U-21 Brighton. Posisinya kemudian ditanggapi oleh Derby County yang dimainkan Curtis Davies. Meskipun tidak berhasil mengantarkan Derby City kepada poin promosi, Liam menunjukkan kemampuannya dengan hasil berikut ini: 14 kemenangan dari total 34 pertandingan di divisi ketiga EFL Championship musim 2019/2020.
Kemudian, ia dipinang oleh RC Strasbourg FC untuk jadi pelatih kepala mereka dan berhasil mengantarkan tim tersebut ke peringkat ketiga klasemen Ligue 1 musim 2024/25. Sebagai penutupnya, Liam dianggap sebagai salah satu manajer termuda yang bisa mengelabui pemain top Liga 1 Prancis.