Iman Rachman, mantan direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI), mengumumkan penundurnya sebagai pemimpin perusahaan ini, merekam kegagalan pasar saham di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Ia menyatakan pengunduran dirinya sebagai tanggung jawab atas kemunduran IHSG dan penundaan perdagangan di Bursa Efek.
Iman Rachman adalah tokoh penting di dunia perusahaan efek dan pialang saham Indonesia. Pada tahun 2022, ia terpilih menjadi direktur utama BEI sebagai pengganti Inarno Djajadi yang mundur dari jabatan tersebut. Sebelumnya, Iman memiliki karier panjang di perusahaan BUMN, termasuk menjabat sebagai manajer di PT Danareksa Sekuritas dan direktur investment banking di PT Mandiri Sekuritas.
Iman Rachman lahir pada tahun 1965 dan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran dan Magister of Business Administration dari Leeds University Business School. Ia juga merupakan alumni program Master of Business Administration (MBA) dari Leeds University Business School.
Pengunduran diri Iman Rachman sebagai direktur utama BEI dianggap sebagai tindakan yang dramatis, terutama setelah IHSG mengalami kemunduran signifikan dalam beberapa hari terakhir. Penundaan perdagangan dan penurunan harga saham telah menyebabkan krisis kepercayaan investor yang signifikan.
Saat ini, PT Bursa Efek Indonesia rencana menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan Iman Rachman sebagai direktur utama. Namun, belum ada bocoran siapa nama pengganti Iman Rachman setelah penundurnya.
Penyebab dari kemunduran IHSG masih menjadi topik pembicaraan di kalangan investor dan perusahaan efek. Meskipun demikian, Iman Rachman's keputusan untuk mundur sebagai direktur utama BEI dianggap sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi pada IHSG.
Iman Rachman adalah tokoh penting di dunia perusahaan efek dan pialang saham Indonesia. Pada tahun 2022, ia terpilih menjadi direktur utama BEI sebagai pengganti Inarno Djajadi yang mundur dari jabatan tersebut. Sebelumnya, Iman memiliki karier panjang di perusahaan BUMN, termasuk menjabat sebagai manajer di PT Danareksa Sekuritas dan direktur investment banking di PT Mandiri Sekuritas.
Iman Rachman lahir pada tahun 1965 dan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran dan Magister of Business Administration dari Leeds University Business School. Ia juga merupakan alumni program Master of Business Administration (MBA) dari Leeds University Business School.
Pengunduran diri Iman Rachman sebagai direktur utama BEI dianggap sebagai tindakan yang dramatis, terutama setelah IHSG mengalami kemunduran signifikan dalam beberapa hari terakhir. Penundaan perdagangan dan penurunan harga saham telah menyebabkan krisis kepercayaan investor yang signifikan.
Saat ini, PT Bursa Efek Indonesia rencana menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk menggantikan Iman Rachman sebagai direktur utama. Namun, belum ada bocoran siapa nama pengganti Iman Rachman setelah penundurnya.
Penyebab dari kemunduran IHSG masih menjadi topik pembicaraan di kalangan investor dan perusahaan efek. Meskipun demikian, Iman Rachman's keputusan untuk mundur sebagai direktur utama BEI dianggap sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi pada IHSG.