Maksudnya gak perlu lagi korupsi di dalam ngerampok kuota haji, ya? Tapi, kalau nggak ada korupsi, siapa yang mau ikut haji itu aja? Kalo kita jangan korupsi, tapi lho aku punya adik yang udah nikah dengan saudara laki-laki di Malaysia, dan dia kira dia bisa mendapatkan kuota haji karena hubungannya sama aku. Padahal aku gak sabar banget ikut haji itu aja!
Tapi, kalau kita ingatin, gak ada korupsi, kayaknya semua orang sama-sama bisa ikut haji. tapi, kalo di Indonesia kita udah jadi seperti itu, di mana orang yang paling mampu, sama-sama bisa ikut haji, siapa yang kurang mampu aja kaburin, tapi gak ada korupsi... *sigh* aku gak tahu lagi apa yang benar apa yang salah.