Kejadian pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung membuat seluruh masyarakat terkejut. Salah satu korban kecelakaan tersebut adalah seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono, atau lebih akrab disapa Olen.
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan setelah melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem. Proses ini membantu menentukan identitas korban yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut.
Florencia Lolita Wibisono, atau Olen, merupakan seorang profesional di dunia penerbangan dengan pengalaman lebih dari 14 tahun sebagai pramugari. Ia memiliki filosofi bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, sehingga setiap penumpang berhak mendapatkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan berkesan.
Kariernya dimulai dari penerbangan regional, tempat ia membangun fondasi kuat dalam hal ketelitian, pelayanan penumpang, serta keselamatan penerbangan. Ia kemudian menapaki jenjang karier sebagai Senior Flight Attendant hingga dipercaya mengemban peran strategis sebagai Flight Attendant Company Checker sekaligus Instructor di PT Wings Abadi Airlines.
Florencia dikenal mudah beradaptasi, memiliki komunikasi yang baik, memahami prosedur keselamatan dan pertolongan pertama, serta mampu menyampaikan prosedur keselamatan kepada kru dan penumpang dengan jelas. Ia juga terlatih dalam berbagai kelas layanan, dengan pendekatan pelayanan yang berfokus pada kebutuhan unik setiap penumpang.
Baginya, keberhasilan tercermin dari kepuasan, masukan positif, dan loyalitas penumpang yang terus meningkat sepanjang kariernya. Komitmennya terhadap pengembangan diri diwujudkan melalui keikutsertaan rutin dalam pelatihan dan workshop pelayanan serta keselamatan penerbangan.
Florencia menempuh pendidikan jenjang S1 jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan sejak 19 Agustus 2024. Ia berdomisili di Jakarta, aktif di media sosial TikTok dengan akun @florencia.lolita. Unggahan terakhirnya di akun tersebut adalah ketika ia menyambangi Danau Toba di Sumatra Utara pada pekan lalu.
Identifikasi jenazah dilakukan melalui beberapa metode ilmiah, seperti pencocokan sidik jari, data gigi, properti pribadi, dan ciri-ciri medis. Karena kondisi jenazah cukup baik, sidik jari korban masih bisa terbaca dengan jelas, sehingga mempercepat proses identifikasi.
Polisi menegaskan bahwa hasil identifikasi ini telah melalui prosedur ilmiah yang diakui secara internasional, sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Proses identifikasi korban dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan setelah melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem. Proses ini membantu menentukan identitas korban yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat tersebut.
Florencia Lolita Wibisono, atau Olen, merupakan seorang profesional di dunia penerbangan dengan pengalaman lebih dari 14 tahun sebagai pramugari. Ia memiliki filosofi bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, sehingga setiap penumpang berhak mendapatkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan berkesan.
Kariernya dimulai dari penerbangan regional, tempat ia membangun fondasi kuat dalam hal ketelitian, pelayanan penumpang, serta keselamatan penerbangan. Ia kemudian menapaki jenjang karier sebagai Senior Flight Attendant hingga dipercaya mengemban peran strategis sebagai Flight Attendant Company Checker sekaligus Instructor di PT Wings Abadi Airlines.
Florencia dikenal mudah beradaptasi, memiliki komunikasi yang baik, memahami prosedur keselamatan dan pertolongan pertama, serta mampu menyampaikan prosedur keselamatan kepada kru dan penumpang dengan jelas. Ia juga terlatih dalam berbagai kelas layanan, dengan pendekatan pelayanan yang berfokus pada kebutuhan unik setiap penumpang.
Baginya, keberhasilan tercermin dari kepuasan, masukan positif, dan loyalitas penumpang yang terus meningkat sepanjang kariernya. Komitmennya terhadap pengembangan diri diwujudkan melalui keikutsertaan rutin dalam pelatihan dan workshop pelayanan serta keselamatan penerbangan.
Florencia menempuh pendidikan jenjang S1 jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan sejak 19 Agustus 2024. Ia berdomisili di Jakarta, aktif di media sosial TikTok dengan akun @florencia.lolita. Unggahan terakhirnya di akun tersebut adalah ketika ia menyambangi Danau Toba di Sumatra Utara pada pekan lalu.
Identifikasi jenazah dilakukan melalui beberapa metode ilmiah, seperti pencocokan sidik jari, data gigi, properti pribadi, dan ciri-ciri medis. Karena kondisi jenazah cukup baik, sidik jari korban masih bisa terbaca dengan jelas, sehingga mempercepat proses identifikasi.
Polisi menegaskan bahwa hasil identifikasi ini telah melalui prosedur ilmiah yang diakui secara internasional, sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.