Aurelie Moeremans, aktris berusia 33 tahun ini dikenal publik sebagai figur hiburan yang relatif tertutup soal kehidupan pribadinya. Ia lahir di Brussels, Belgia, tetapi menikah dan menghuni Jakarta sejak usia remaja. Aurelie memulai karier sebagai model dan aktris sejak usia muda.
Buku 'Broken Strings' karya Aurelie Moeremans ini merupakan buku memoar yang ditulis tanpa romantisasi dan dari sudut pandang korban. Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi Aurelie saat masih remaja, ketika ia terlibat dalam hubungan yang kemudian ia sadari sebagai relasi yang tidak setara dan sarat manipulasi.
Pada bagian akhir buku ini, Aurelie menulis tentang fase ketika ia mulai mengambil jarak dari sang "pemilik"nya, membangun kembali kendali atas hidupnya sendiri, dan mengenali luka yang dialaminya. Ia juga menggambarkan proses kekerasan emosional yang perlahan mengikis rasa percaya diri dan kebebasan.
Buku 'Broken Strings' telah dibaca puluhan ribu orang dan mendapat banyak respons positif dari pembacanya. Aurelie memilih untuk membagikan buku ini secara gratis melalui tautan di bio akun Instagram miliknya, dengan tujuan mendorong pembaca lain untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi.
Dengan menulis 'Broken Strings', Aurelie Moeremans telah menjadi korban kekerasaan yang berani bersuara dan memperluas kesadaran akan pentingnya ruang aman bagi penyintas.
Buku 'Broken Strings' karya Aurelie Moeremans ini merupakan buku memoar yang ditulis tanpa romantisasi dan dari sudut pandang korban. Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi Aurelie saat masih remaja, ketika ia terlibat dalam hubungan yang kemudian ia sadari sebagai relasi yang tidak setara dan sarat manipulasi.
Pada bagian akhir buku ini, Aurelie menulis tentang fase ketika ia mulai mengambil jarak dari sang "pemilik"nya, membangun kembali kendali atas hidupnya sendiri, dan mengenali luka yang dialaminya. Ia juga menggambarkan proses kekerasan emosional yang perlahan mengikis rasa percaya diri dan kebebasan.
Buku 'Broken Strings' telah dibaca puluhan ribu orang dan mendapat banyak respons positif dari pembacanya. Aurelie memilih untuk membagikan buku ini secara gratis melalui tautan di bio akun Instagram miliknya, dengan tujuan mendorong pembaca lain untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi.
Dengan menulis 'Broken Strings', Aurelie Moeremans telah menjadi korban kekerasaan yang berani bersuara dan memperluas kesadaran akan pentingnya ruang aman bagi penyintas.