Aurelie Moeremans, aktris terkenal di Indonesia, mengungkapkan pengalaman hidupnya melalui buku memori baru, Broken Strings. Buku ini merupakan kisah nyata tentang bagaimana Aurelie terlibat dalam hubungan yang tidak setara dan sarat manipulasi ketika ia masih remaja.
Dalam buku ini, Aurelie menceritakan bagaimana relasi tersebut bermula dari perhatian dan kedekatan emosional, lalu berkembang menjadi kontrol dan tekanan psikologis. Ia menggambarkan proses grooming, manipulasi, hingga kekerasan emosional yang perlahan mengikis rasa percaya diri dan kebebasan.
Meskipun buku ini tidak diposisikan sebagai karya fiksi, melainkan sebagai kesaksian personal, Aurelie memilih untuk membagikannya secara gratis melalui tautan yang tersedia di bio akun Instagram miliknya. Tujuannya adalah memperluas akses dan mendorong pembaca lain untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi.
Dengan membagikan pengalamannya, Aurelie Moeremans menjadi korban abusif yang berani menyuarakan dirinya. Buku ini tidak hanya menjadi catatan personalnya, tetapi juga bagian dari diskusi yang lebih luas tentang pengalaman korban, keberanian untuk bersuara, dan pentingnya ruang aman bagi penyintas.
Aurelie Moeremans lahir di Brussels, Belgia, dan pindah ke Indonesia ketika ia remaja. Ia mengawali karier di dunia hiburan sejak 2010 dengan mengikuti ajang pencarian bakat sebagai model. Setelah itu, ia banyak membintangi iklan, sinetron, hingga film.
Dalam perjalanan karirnya, Aurelie dikenal sebagai figur publik yang relatif tertutup soal kehidupan personal, terutama sebelum menerbitkan karya tulisnya. Latar pendidikannya tidak banyak diekspos ke publik, namun karier profesionalnya berkembang melalui pengalaman langsung di industri film dan televisi.
Aurelie membintangi sejumlah judul film dan serial Indonesia, dengan peran yang beragam. Ia dikenal lewat beberapa film layar lebar populer serta sinetron dan serial digital yang tayang di televisi maupun platform streaming. Konsistensinya di dunia akting menjadikannya salah satu aktris yang cukup stabil eksistensinya dalam industri hiburan Tanah Air.
Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang pengalaman korban, keberanian untuk bersuara, dan pentingnya ruang aman bagi penyintas. Dengan membagikan pengalamannya, Aurelie Moeremans menjadi contoh nyata bahwa terkadang, kisah paling pribadi dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga bagi orang lain.
Dalam buku ini, Aurelie menceritakan bagaimana relasi tersebut bermula dari perhatian dan kedekatan emosional, lalu berkembang menjadi kontrol dan tekanan psikologis. Ia menggambarkan proses grooming, manipulasi, hingga kekerasan emosional yang perlahan mengikis rasa percaya diri dan kebebasan.
Meskipun buku ini tidak diposisikan sebagai karya fiksi, melainkan sebagai kesaksian personal, Aurelie memilih untuk membagikannya secara gratis melalui tautan yang tersedia di bio akun Instagram miliknya. Tujuannya adalah memperluas akses dan mendorong pembaca lain untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam relasi.
Dengan membagikan pengalamannya, Aurelie Moeremans menjadi korban abusif yang berani menyuarakan dirinya. Buku ini tidak hanya menjadi catatan personalnya, tetapi juga bagian dari diskusi yang lebih luas tentang pengalaman korban, keberanian untuk bersuara, dan pentingnya ruang aman bagi penyintas.
Aurelie Moeremans lahir di Brussels, Belgia, dan pindah ke Indonesia ketika ia remaja. Ia mengawali karier di dunia hiburan sejak 2010 dengan mengikuti ajang pencarian bakat sebagai model. Setelah itu, ia banyak membintangi iklan, sinetron, hingga film.
Dalam perjalanan karirnya, Aurelie dikenal sebagai figur publik yang relatif tertutup soal kehidupan personal, terutama sebelum menerbitkan karya tulisnya. Latar pendidikannya tidak banyak diekspos ke publik, namun karier profesionalnya berkembang melalui pengalaman langsung di industri film dan televisi.
Aurelie membintangi sejumlah judul film dan serial Indonesia, dengan peran yang beragam. Ia dikenal lewat beberapa film layar lebar populer serta sinetron dan serial digital yang tayang di televisi maupun platform streaming. Konsistensinya di dunia akting menjadikannya salah satu aktris yang cukup stabil eksistensinya dalam industri hiburan Tanah Air.
Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas tentang pengalaman korban, keberanian untuk bersuara, dan pentingnya ruang aman bagi penyintas. Dengan membagikan pengalamannya, Aurelie Moeremans menjadi contoh nyata bahwa terkadang, kisah paling pribadi dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga bagi orang lain.