Profil Andi Muhammad Farid DPRD Soppeng & Dugaan Penganiayaan

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, dilaporkan kepolisian atas dugaan penganiayaan. Ia melawan penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng dengan mengatakan bahwa penempatan itu tidak diakomodir.

Peristiwa dugaan penganiayaan dilaporkan oleh Rusman, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Soppeng. Ia melaporkan bahwa Andi Muhammad Farid menendangnya dua kali di Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng pada Rabu (24/12) pukul 16.00 WITA.

Pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan akan mendalami laporan dan memeriksa saksi terkait. Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyatakan bahwa mereka akan memastikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi pemberitaan beredar di masyarakat.

Andi Muhammad Farid lahir di Soppeng pada tanggal 19 Mei 1998 dari pasangan Andi Kaswadi Razak dan Nurjannah. Ia merupakan politisi muda Partai Golkar yang aktif berorganisasi di sayap Partai Golkar maupun organisasi kepemudaan lain.

Ia pernah mengikuti Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Soppeng dan DPD II Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Soppeng. Kemudian, ia tercatat pernah mengikuti Indonesia Off-Road Federation Pengurus Cabang (IOF Pengcab) Soppeng dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Soppeng.

Pada Pemilu 2024, Andi Muhammad Farid mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk DPRD Kabupaten Soppeng dari Dapil I Kecamatan Lalabata. Ia berhasil menduduki jabatan Ketua DPRD Kabupaten Soppeng periode 2024–2029.

Peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan Andi Muhammad Farid terhadap Rusman berkaitan dengan penempatan PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng. Delapan orang yang berada di lingkungan Sekretariat DPRD Soppeng diajukan menjadi PPPK Paruh Waktu pada 8 Agustus 2025.
 
Oiya, si Andi Muhammad Farid itu seriusnya kesal dengan Rusman. Bayangkan aja,Rusman melaporkan bahwa Andi tendang-tendang dia duwa kali, tapi kemudian Andi bilang bahwa penempatan PPPK Paruh Waktu di Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng tidak diakomodir. Tapi siapa tahu, apa yang terjadi sebenarnya? Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana bilang bahwa mereka akan memastikan agar tidak ada kesimpangan informasi pemberitaan beredar di masyarakat, tapi kita harusnya juga cari tahu apa benar-benar yang terjadi.
 
Gue rasanya kalau ini kasus ngerombol bareng PPPK, apa aja yang salah gue sama Andi Muhammad Farid? Gue punya teman yang kerja di Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng, dan kira-kira sama Rusman, tapi gue belum pernah lihat kejadian apa pun. Tapi kalau sih, gue rasanya ini bisa jadi ada kesalahpahaman, gak perlu ngerombol bareng polisi.
 
Gue rasa peristiwa ini bikin kehebohan tapi jangan terlalu serius dulu, kabar gembira siapa yang dikejutkan deh? Andi Muhammad Farid ini ceritanya cukup panjang dan kayaknya masih sedang memperkenalkan diri ke masyarakat. Jadi, apa yang terjadi sih? Dia melawan penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng dengan mengatakan bahwa penempatan itu tidak diakomodir 🤔. Tapi, gue pikir ini bisa jadi ada salah pahaman ya, mungkin dia nggak bisa bercanda dulu deh 💡.
 
Hampir selalu kalah dalam diskusi online, kan? Nah, kalau ini tentang Andi Muhammad Farid dan penempatan 8 orang PPPK di Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng... aku rasa gampang banget jadi target pembicaraan.

Andi yang bikin seseorang terus tergoda untuk tidak makan siang, apa yang kamu lakukan? Malah terjadi ini, dia melawan penempatan 8 orang PPPK dengan mengatakan tidak diakomodir... tapi kemudian dia menendang Rusman dua kali.

Kalau aku dituduh melakukan hal seperti itu, aku akan bilang, "Tolong, cari kesepakatan dulu!" Nah, ini bukannya tentang kesepakatan, tapi tentang siapa yang benar-benar salah? Jangan sampai kepolisian jadi target karena kesalahpahaman. Yang jelas, kita semua harus lebih bijak dalam menyelesaikan masalah seperti ini.
 
Gue pikir ada apa-apa dengan Andi Muhammad Farid, gue suka dengerin ceritanya tentang perjuangannya di parpol. Tapi gue penasaran, siapa sih orang Rusman yang dipaksa oleh Andi? Gue rasa penting buat ngetopin cerita itu, bukan hanya memperbincangkan peristiwa penganiayaan. Mungkin ada sesuatu yang tidak jelas di balik cerita ini... 🤔
 
Pernyataan Andi Muhammad Farid tentang penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng ternyata memang membuat Rusman, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Soppeng, melaporkan dugaan penganiayaan kepolisian. 🤔

Saya pikir ini adalah contoh bagaimana penemuan seseorang yang berbeda dengan pendapat masyarakat dapat menjadi pertumbuhan konflik. Bagi saya, penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng seharusnya diakomodir dan tidak boleh mengakibatkan konflik seperti yang terjadi antara Andi Muhammad Farid dan Rusman.

Saya berpendapat bahwa konflik ini dapat dihindari jika masyarakat memiliki pengetahuan yang luas tentang hubungan kerja, hak-hak pekerja, dan proses pengadilan. Saya juga percaya bahwa perlu adanya kesadaran dan pendidikan terhadap pentingnya mengikuti prosedur yang benar dan tidak melanggar hukum. 💡

Pihak kepolisian harus berusaha untuk menganalisis kasus ini dengan hati-hati dan memastikan bahwa tidak ada kesimpangan informasi pemberitaan yang dapat memperburuk situasi ini. 🕵️‍♂️
 
Maksud siapa nih, apa salahnya Andi Muhammad Farid marah karena penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng? Kalau benar dia merasa tidak diakomodir, toh harus ada pertimbangan dari pihak yang bertanggung jawab. Tapi, dua kali menendang Rusman itu? Gampang bang! Aku rasa Andi Muhammad Farid harus sabar dan cari solusi bukan pakai kekerasan. Siapa tahu, mungkin dia tidak sadar betapa marahnya orang lain. Kapolres AKBP Aditya Pradana harus segera mengetahui apa benarnya yang terjadi sehingga tidak ada kesimpangsiuran informasi yang salah. 🤔
 
ini coba aja, kalau Andi Muhammad Farid ini benar-benar terlalu paranoik dan memaksa orang lain datang ke kantor padahal sudah ada tempat istirahat yang umum ditemukan di daerahnya. mungkin kalau dia sabar-sabari dan berkomunikasi dengan baik, siapa tahu penempatan PPPK Paruh Waktu itu bisa jadi tidak menjadi masalah 😊.
 
aku rasa andi muhammad farid terlalu cepat kaget kan kalau dengerin rusman ngomong hal usai aksi penempatan ppk paruh waktu di sekretariat dprd soppeng 🤔 aku pikir kalau dia cuma sedang buat keseluruhan gak? tolong cek lihat siapa yang benar-benar salah kan, nggak ada bukti dia menendang rusman 2 kali aja 😂
 
Kalau nggak salah laporan, ada kisah siapa aja yang mau menganiaya Rusman sih? Rasanya ada yang salah kan? I don't usually comment but... perlu diwaspadai kan kalau informasi yang salah itu bisa beredar di masyarakat dan mempengaruhi reputasi seseorang.
 
Wah, kabar ini bikin aku penasaran banget... apakah benar kalau Ketua DPRD Soppeng yang terlalu keras kepada kawan karyanya? Aku pikir dia harus bisa mengatasi stres tapi tidak harus melakukannya dengan cara yang kasar seperti itu. Sepertinya dia lupa bahwa dia sendiri juga pernah dipekerjakan dan harus menerima aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Kalau aku duduk di kursi dia, aku pasti akan terkejut juga... 😲💪
 
ini penganiayaan kepolisian apa sih? Andi Farid melawan penempatan 8 orang PPPK, tapi dia sendiri juga pernah ikut organisasi yang sama! bukannya dia juga 'penganiaya' aja?

satu hal, dia lulus pemilu 2024 dan menjadi ketua DPRD Soppeng. bagaimana bisa? kenapa dia bisa langsung menjadi ketua DPRD tanpa ada penilaian dari rakyat? di mana keadilan dalam pemerintahan ini? 🤔
 
Maksudnya siapa nih yang mau melihat siapa lagi? 😒 Andi Muhammad Farid itu kan muda dan punya kekuasaan, tapi tiba-tiba dia menendang Rusman tuh! 🤯 Akan tapi bukannya jangan menendang orang lain di tempat kerja ya? 🙄. Mungkin ada yang salah pada sisi Rusman atau bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini? 🤔
 
Gue penasaran kenapa Andi Muhammad Farid melawan penempatan orang lain di Sekretariat DPRD? Lalu gue pikir, mungkin karena dia tidak ingin ada yang mengganggu kerja-kerjanya ya? Tapi kemudian gue lupa, apa yang dia lakukan sekarang? Gue rasa perlu dilihat ke mana gerakannya ini? 🤔💡
 
Apa kawan, ini benar-benar bikin cerita kayak drama sekolah. Andi Muhammad Farid melawan penempatan 8 orang PPPK Paruh Waktu di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng, tapi ternyata dia sendiri yang menendang Rusman dua kali di Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng 😂. Kapolres AKBP Aditya Pradana bilang akan memastikan tidak ada kesimpangsiuran informasi pemberitaan beredar di masyarakat, tapi aku pikir lebih baik dia bilang "Andi, mau nggak mau kita buat cerita ini kayak drama sekolah" 🤣.
 
Wah, rasanya kayaknya ada masalah kewarganegaraan kalau ada dugaan penganiayaan seperti ini... Andi Muhammad Farid kayaknya harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama yang bekerja di bawahannya. Aku pikir dia harus bisa mengelola emosi dan tidak marah terlalu banyak, karena kalau demikian, bisa jadi kasus ini semakin panas...
 
Saya curious apa yang terjadi di dalam kantornya nih... Andi Muhammad Farid bilang tidak diakomodir, tapi siapa bilang kan? Mungkin dia hanya ingin membuat suasana ketegangan ya... Kenapa dia harus melawan Rusman seperti itu? Saya rasa kepolisian harus jujur apa yang terjadi di dalam kantornya.
 
Andi Muhammad Farid ini penggoyangan, kalau dia gak suka kan apa sih? Tapi apa yang terjadi di BKPSDM itu, kan perlu ada ketertiban dan struktur? Aku rasa pihak kepolisian harus memeriksa kembali siapa yang benar-benar salah disitu.
 
kembali
Top