Pemerintah Indonesia memangkas produksi batu bara pada tahun ini, namun masih ragu-ragu apakah itu bisa mengganggu harga jangka panjang. Menurut Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI), penurunan produksi hanya akan memberikan dampak positif pada harga pada jangka pendek dan menengah.
Dikutip dari Plt Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani, pemerintah tersebut telah mengembangkan kebijakan untuk memotong produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton, yang jauh lebih rendah daripada target tahun sebelumnya. Namun, Gita masih ragu-ragu apakah itu bisa memberikan dampak positif pada harga jangka panjang.
Mengutip beberapa faktor seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan energi di negara-negara importir, dia menyatakan bahwa mekanisme pembentukan harga batu bara global sangat kompleks dan sulit dikontrol hanya dengan mengurangi suplai dari Indonesia.
"Jika dalam jangka panjang, kebijakan ini dapat berdampak pada rantai usaha, termasuk volume kerja, utilisasi alat berat, jam operasi, dan tenaga kerja, terutama di tambang dengan biaya produksi tinggi," katanya.
Meski begitu, APBI tetap mendukung upaya regulator dalam menjaga keseimbangan pasar agar harga batu bara tidak terlalu terperosok. Menurut Gita, langkah strategis ini dapat membantu menjaga stabilitas harga dan keseimbangan pasar.
Dikutip dari Plt Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani, pemerintah tersebut telah mengembangkan kebijakan untuk memotong produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton, yang jauh lebih rendah daripada target tahun sebelumnya. Namun, Gita masih ragu-ragu apakah itu bisa memberikan dampak positif pada harga jangka panjang.
Mengutip beberapa faktor seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan energi di negara-negara importir, dia menyatakan bahwa mekanisme pembentukan harga batu bara global sangat kompleks dan sulit dikontrol hanya dengan mengurangi suplai dari Indonesia.
"Jika dalam jangka panjang, kebijakan ini dapat berdampak pada rantai usaha, termasuk volume kerja, utilisasi alat berat, jam operasi, dan tenaga kerja, terutama di tambang dengan biaya produksi tinggi," katanya.
Meski begitu, APBI tetap mendukung upaya regulator dalam menjaga keseimbangan pasar agar harga batu bara tidak terlalu terperosok. Menurut Gita, langkah strategis ini dapat membantu menjaga stabilitas harga dan keseimbangan pasar.