Pemerintah menetapkan target produksi batu bara 2026 sekitar 600 juta ton. Rencana ini merupakan upaya untuk mengendalikan harga komoditas di pasar global yang saat ini dalam level rendah.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengungkapkan bahwa produksi batu bara diproyeksikan akan dipangkas. Namun, perlu diingat bahwa angka 600 juta ton masih bersifat perkiraan awal dan masih dalam proses penyesuaian.
Pemangkasan produksi ini merupakan strategi pemerintah untuk mengendalikan harga batubara di tingkat global. Kondisi sekarang, Indonesia menyuplai sekitar 43 persen dari total 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan di pasar global.
Harga komoditas turun karena supply and demand tidak terjaga. Pemerintah melakukan pemangkasan produksi dalam RKAB 2026 untuk mendorong perbaikan harga. Langkah ini juga bertujuan memenuhi aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam nasional.
Dengan demikian, target produksi batu bara pada 2026 turun cukup tajam dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Sementara itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian produksi untuk komoditas nikel. Produksi nikel akan dikendalikan dan sepenuhnya diselaraskan dengan kebutuhan industri dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen mencegah praktik monopoli pasokan bahan baku oleh industri besar. Daripada itu, pemerintah akan membuka ruang bagi pengusaha tambang, khususnya dari daerah, agar tetap terlibat aktif dalam rantai pasok industri hilir.
Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengungkapkan bahwa produksi batu bara diproyeksikan akan dipangkas. Namun, perlu diingat bahwa angka 600 juta ton masih bersifat perkiraan awal dan masih dalam proses penyesuaian.
Pemangkasan produksi ini merupakan strategi pemerintah untuk mengendalikan harga batubara di tingkat global. Kondisi sekarang, Indonesia menyuplai sekitar 43 persen dari total 1,3 miliar ton batu bara yang diperdagangkan di pasar global.
Harga komoditas turun karena supply and demand tidak terjaga. Pemerintah melakukan pemangkasan produksi dalam RKAB 2026 untuk mendorong perbaikan harga. Langkah ini juga bertujuan memenuhi aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam nasional.
Dengan demikian, target produksi batu bara pada 2026 turun cukup tajam dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Sementara itu, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian produksi untuk komoditas nikel. Produksi nikel akan dikendalikan dan sepenuhnya diselaraskan dengan kebutuhan industri dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen mencegah praktik monopoli pasokan bahan baku oleh industri besar. Daripada itu, pemerintah akan membuka ruang bagi pengusaha tambang, khususnya dari daerah, agar tetap terlibat aktif dalam rantai pasok industri hilir.