Pemerintah menyesuaikan target produksi batu bara di 2026 dengan memangkas jadwal produksi hingga sekitar 600 juta ton. Hal ini terkait karena pergerakan harga komoditas tambang di global berada pada level rendah. Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, penyesuaian tersebut bertujuan untuk mengendalikan produksi dan mendorong peningkatan harga.
Pemangkasan ini dilakukan setelah perusahaan tambang menyesuaikan target produksi pada tahun ini, sehingga menurun sebesar 23 juta ton atau 3 persen dibandingkan target awalnya. Menurut data dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), total produksi batu bara Indonesia di 2025 mencapai sekitar 790 juta ton.
Pemangkasan ini dilakukan setelah perusahaan tambang menyesuaikan target produksi pada tahun ini, sehingga menurun sebesar 23 juta ton atau 3 persen dibandingkan target awalnya. Menurut data dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), total produksi batu bara Indonesia di 2025 mencapai sekitar 790 juta ton.