Dua orang berinisial DSH dan GK bertengkar di Kampung Cibisoro, Desa Bojongsari. Pertarungan tersebut berakhir dengan korban, DSH (25), tewas tergantung. Sebenarnya, pertemuan kedua orang tersebut dimulai ketika mantan istri DSH datang meminta nafkah anaknya untuk keperluan membeli susu. Tapi, DSH menolak memberikan uang kepada mantan istrinya itu.
Kendati demikian, mantan istri DSH mengadu dengan adiknya, GK (29), yang kemudian langsung mendatangi korban dan bertengkar. Menurut Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, pelaku penganiayaan, GK, menjadi marah ketika mendengar kata-kata DSH yang mengakui anak bukannya menjadi anaknya sendiri.
Pertengkaran antara DSH dan GK berakhir dengan GK menyeruduk DSH hingga korban terjatuh. Selama beberapa jam, warga setempat melihat penganiayaan itu, sampai akhirnya dilerai oleh penduduk setempat yang kemudian membawa DSH ke klinik dan membolehkan pulang.
Namun, kondisi DSH semakin memburuk hingga terkena muntah-muntah. Sampai pada akhirnya korban itu dirujuk ke RS Welas Asih. Di sana, DSH dinyatakan meninggal dunia, beberapa jam kemudian dari saat dirawat.
Kemarin, pelaku penganiayaan itu dipanggil polisi untuk ditinjau kembali.
Kendati demikian, mantan istri DSH mengadu dengan adiknya, GK (29), yang kemudian langsung mendatangi korban dan bertengkar. Menurut Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, pelaku penganiayaan, GK, menjadi marah ketika mendengar kata-kata DSH yang mengakui anak bukannya menjadi anaknya sendiri.
Pertengkaran antara DSH dan GK berakhir dengan GK menyeruduk DSH hingga korban terjatuh. Selama beberapa jam, warga setempat melihat penganiayaan itu, sampai akhirnya dilerai oleh penduduk setempat yang kemudian membawa DSH ke klinik dan membolehkan pulang.
Namun, kondisi DSH semakin memburuk hingga terkena muntah-muntah. Sampai pada akhirnya korban itu dirujuk ke RS Welas Asih. Di sana, DSH dinyatakan meninggal dunia, beberapa jam kemudian dari saat dirawat.
Kemarin, pelaku penganiayaan itu dipanggil polisi untuk ditinjau kembali.