FLORENSIA HARAPAN DARI STADIO ARTEMIO FRANCHI, TUA RUMAH AKSI TERKENDAR PADA PESANAN KEMBALI
Dalam laga krusial pekan ke-24 Serie A musim 2025/2026, Fiorentina akan berhadapan dengan Torino di markas kebanggaan warga Florence. Bagi tuan rumah, pertandingan ini bukan sekedar pertandingan biasa, melainkan upaya hidup-mati untuk merangkak naik dari zona degradasi.
La Viola saat ini sedang menghadapi kondisi yang tidak baik-baik saja. Berada di peringkat ke-18 klasemen sementara, tim asuhan Raffaele Palladino baru-baru ini menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Namun, Stadio Artemio Franchi tetap menjadi harapan terbesar mereka. Karena seluruh gol yang dicetak striker andalan Moise Kean musim ini lahir di stadion ini.
Fiorentina memiliki rekor kandang yang sangat dominan melawan Torino di Florence pada ajang Serie A. Mereka tercatat hanya kalah satu kali dalam 35 pertemuan terakhir melawan Granata. Rekor ini menjadi modal psikologis penting bagi skuad La Viola untuk mengamankan tiga poin.
Di sisi lain, Torino datang ke Florence dengan masalah kelengkapan skuad yang serius. Pelatih Paolo Vanoli dipastikan kehilangan dua pilar lini tengah, Nikola Vlasic dan Matteo Prati, akibat akumulasi kartu kuning. Absennya kedua pemain ini diprediksi akan mengganggu kreativitas serangan Torino yang sangat bergantung pada transisi cepat.
Melihat kondisi kedua tim yang sama-sama rapuh di lini belakang, laga ini kemungkinan besar akan diwarnai dengan jual-beli serangan. Fiorentina diunggulkan karena faktor tuan rumah dan rekor pertemuan yang superior. Namun, jika Torino mampu merapatkan barisan pertahanan dan memaksimalkan serangan balik lewat Duvan Zapata, hasil imbang bisa saja terjadi.
Apakah La Viola mampu memanfaatkan krisis pemain Torino untuk bangkit dari zona merah, atau justru Granata yang akan memperburuk nasib tuan rumah di Artemio Franchi?
Dalam laga krusial pekan ke-24 Serie A musim 2025/2026, Fiorentina akan berhadapan dengan Torino di markas kebanggaan warga Florence. Bagi tuan rumah, pertandingan ini bukan sekedar pertandingan biasa, melainkan upaya hidup-mati untuk merangkak naik dari zona degradasi.
La Viola saat ini sedang menghadapi kondisi yang tidak baik-baik saja. Berada di peringkat ke-18 klasemen sementara, tim asuhan Raffaele Palladino baru-baru ini menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Namun, Stadio Artemio Franchi tetap menjadi harapan terbesar mereka. Karena seluruh gol yang dicetak striker andalan Moise Kean musim ini lahir di stadion ini.
Fiorentina memiliki rekor kandang yang sangat dominan melawan Torino di Florence pada ajang Serie A. Mereka tercatat hanya kalah satu kali dalam 35 pertemuan terakhir melawan Granata. Rekor ini menjadi modal psikologis penting bagi skuad La Viola untuk mengamankan tiga poin.
Di sisi lain, Torino datang ke Florence dengan masalah kelengkapan skuad yang serius. Pelatih Paolo Vanoli dipastikan kehilangan dua pilar lini tengah, Nikola Vlasic dan Matteo Prati, akibat akumulasi kartu kuning. Absennya kedua pemain ini diprediksi akan mengganggu kreativitas serangan Torino yang sangat bergantung pada transisi cepat.
Melihat kondisi kedua tim yang sama-sama rapuh di lini belakang, laga ini kemungkinan besar akan diwarnai dengan jual-beli serangan. Fiorentina diunggulkan karena faktor tuan rumah dan rekor pertemuan yang superior. Namun, jika Torino mampu merapatkan barisan pertahanan dan memaksimalkan serangan balik lewat Duvan Zapata, hasil imbang bisa saja terjadi.
Apakah La Viola mampu memanfaatkan krisis pemain Torino untuk bangkit dari zona merah, atau justru Granata yang akan memperburuk nasib tuan rumah di Artemio Franchi?