Gue pikir kalau gini bisa jadi? Kalau kita lihat,Presiden udah tidak lagi memandang siapa-apaan latar belakang politik si mantannya. Tapi, apakah itu bukan cara untuk membuat koalisi yang solid? Jadi, kalau koalisi itu kuat, pasti semua orang bisa bekerja sama tanpa memandang partai apa aja.
Tapi, gue masih ragu... Kalau presiden udah tidak lagi memandang identitas politik si mantannya, apakah itu bukan cara untuk menghilangkan konflik partai? Gue pikir konflik itu penting, bisa membuat orang berpikir kembali dan lebih bertanggung jawab. Tapi, kalau koalisi itu kuat, mungkin itu juga bisa membuat kita tetap tidak bertanggung jawab, ya?
Gue masih tidak yakin...
Tapi, gue masih ragu... Kalau presiden udah tidak lagi memandang identitas politik si mantannya, apakah itu bukan cara untuk menghilangkan konflik partai? Gue pikir konflik itu penting, bisa membuat orang berpikir kembali dan lebih bertanggung jawab. Tapi, kalau koalisi itu kuat, mungkin itu juga bisa membuat kita tetap tidak bertanggung jawab, ya?
Gue masih tidak yakin...