Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, telah menyatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai target 55 juta penerima manfaat dalam setahun, meskipun awalnya dirancang untuk menangkap sebanyak 82,9 juta. Ini berarti program ini telah berhasil mencapai target sekitar 67% dari total yang dimaksudkan.
Prasetyo Hadi berharap agar program MBG dapat mencapai target prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu mencapai sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dalam tahun ini. Ia percaya bahwa dengan evaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, target tersebut dapat dicapai.
Namun, ia juga menyatakan bahwa hanya dengan evaluasi yang tepat dan analisis pelaksanaan program, maka target tersebut dapat dicapai. "Tentu saja (target dapat dicapai) dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu," kata Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga menyatakan bahwa evaluasi program MBG tidak hanya terkait dengan program tersebut sendiri, tetapi juga untuk program-program prioritas lainnya seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan hilirisasi. Dalam retret yang digelar Presiden Prabowo Subianto, nantinya semua program di bawah kementerian akan dilakukan evaluasi.
Kemudian, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG tergolong cukup cepat dibandingkan dengan Brasil yang memiliki program serupa. Menurutnya, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
Prasetyo Hadi berharap agar program MBG dapat mencapai target prioritas Presiden Prabowo Subianto, yaitu mencapai sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dalam tahun ini. Ia percaya bahwa dengan evaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, target tersebut dapat dicapai.
Namun, ia juga menyatakan bahwa hanya dengan evaluasi yang tepat dan analisis pelaksanaan program, maka target tersebut dapat dicapai. "Tentu saja (target dapat dicapai) dengan sekali lagi, dengan beberapa evaluasi yang terjadi selama pelaksanaan satu tahun, dan hari ini bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program makan bergizi yang dimulai 6 Januari 2025 yang lalu," kata Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga menyatakan bahwa evaluasi program MBG tidak hanya terkait dengan program tersebut sendiri, tetapi juga untuk program-program prioritas lainnya seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan hilirisasi. Dalam retret yang digelar Presiden Prabowo Subianto, nantinya semua program di bawah kementerian akan dilakukan evaluasi.
Kemudian, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG tergolong cukup cepat dibandingkan dengan Brasil yang memiliki program serupa. Menurutnya, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.