Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan bahwa setelah satu tahun, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil menembus batas targetnya. Selama ini program tersebut telah mencapai 55 juta penerima manfaat, meskipun hanya sebagian dari target awal sebanyak 82,9 juta.
Dengan demikian, Prasetyo berharap bahwa target MBG dapat tercapai di tahun ini. Menurutnya, dengan evaluasi pelaksanaan program selama setahun terakhir, target tersebut dapat dicapai. Ia juga menyatakan bahwa nantinya program MBG akan dievaluasi bersama-sama dengan beberapa program prioritas lainnya seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan hilirisasi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG tergolong cukup cepat, bahkan jika dibandingkan dengan Brasil yang memiliki program serupa. Menurutnya, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
"Kita memberi makan delapan kali Singapura tiap hari," kata Prabowo dalam sambutan Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. "Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun."
Dengan demikian, Prasetyo berharap bahwa target MBG dapat tercapai di tahun ini. Menurutnya, dengan evaluasi pelaksanaan program selama setahun terakhir, target tersebut dapat dicapai. Ia juga menyatakan bahwa nantinya program MBG akan dievaluasi bersama-sama dengan beberapa program prioritas lainnya seperti pembangunan Sekolah Rakyat dan hilirisasi.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG tergolong cukup cepat, bahkan jika dibandingkan dengan Brasil yang memiliki program serupa. Menurutnya, Brasil baru bisa menyalurkan program makan gratis kepada sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun pelaksanaan.
"Kita memberi makan delapan kali Singapura tiap hari," kata Prabowo dalam sambutan Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. "Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun."