Banyak sekali aku pikir ide ini bule-bule, tapi mungkin di Prancis mereka benar-benar peduli dengan kesehati anak-anak ya? Mereka kayaknya ingin melindungi anak-anak dari dampak negatif media sosial, seperti gangguan mental dan apa-apa yang bisa membuat anak-anak ini terluka. Tapi, aku rasa kita harus konsultasikan dulu dengan anak-anak itu sendiri, tidak boleh hanya memutuskan untuk mereka, aja. Misalnya, mereka bisa menggunakan media sosial sebagai cara untuk berbagi cerita dan mendapatkan feedback dari orang lain, kalau bukannya cuma ngobrol-obrol sendirian di internet ya.
Dan aku juga rasa ini boleh jadi kesempatan bagi kita Indonesia untuk berbicara dgn anak-anak kita tentang pentingnya keseimbangan dalam penggunaan teknologi, tidak hanya sekedar nonton TV atau main game, tapi juga bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak dan sehat.