Pramugari Gadungan Nekat Buat Unggahan Palsu Demi Keluarga Tak Kecewa

Perempuan Gadungan Nekat Buat Palsu Unggahan untuk Keluarganya Tak Kecewa, Polisi Tegurnya

Seorang perempuan bernama Khairun Nisa viral di media sosial dengan berpura-pura menjadi pramugari maskapai Batik Air. Ia mengaku telah bekerja sebagai pramugari dan bahkan membuat postingan palsu di medsos untuk memberikan kabar baik kepada keluarganya. Namun, ternyata Nisa adalah korban penipuan dengan modus janji palsu menjadi seorang pramugari.

Pada saat melakukan penerbangan Palembang-Jakarta, Khairun Nisa ditegur cabin crew karena memiliki warna corak rok pramugari yang berbeda dengan rok yang dikeluarkan oleh Perusahaan PT Lion Grup. Setelah itu, ia dibawa ke Kantor Polresta Bandara Soetta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dalam hasil pemeriksaan, ternyata Nisa telah dimintai uang Rp30 juta oleh pelaku penipuan untuk bisa bekerja sebagai pramugari. Namun, setelah uang diserahkan, pelaku tidak lagi bisa dihubungi. Karena malu gagal menjadi pramugari, Nisa pun berpura-pura menjadi seorang pramugari dan membuat postingan palsu di medsos untuk memberikan kabar baik kepada keluarganya.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono membeberkan bahwa Nisa diminta uang untuk bisa bekerja sebagai pramugari. Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan serupa dan mengajak mereka untuk mengikuti aturan yang sudah ditentukan agar tidak menjadi korban penipuan seperti Khairun Nisa.

"Kita harus waspada terhadap modus penipuan serupa. Jika Anda ingin menjadi pramugari, kita ajak Anda untuk mengikuti aturan yang sudah ditentukan agar tidak menjadi korban penipuan," katanya.

Sementara itu, Polresta Bandara Soetta langsung bergerak untuk mengamankan Khairun Nisa dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
 
omg apa kejasan si Khairun Nisa kan?? dia buat palsu postingan di medsos agaknya untuk memberikan kabar baik pada keluarganya, tapi ternyata dia korban penipuan ya... rasanya dia gini bisa terjadi padanya kan? siapa yang beli kebenaran kalau orang lain bilang ada pekerjaan yang luar biasa dan kemudian mengeluh karena tidak berhasil menjadi pramugari? polisi juga harus sibuk dengan kasus ini, apalagi kalau mereka udah kehilangan uang dari korban penipuan.
 
Modus seperti ini makin populer di kalangan netizen dan korban seringkali hanya ingin memberikan kabar baik kepada keluarganya, tapi ternyata bukan yang terbaik untuk diri sendiri πŸ€¦β€β™€οΈ. Kita harus lebih waspada dalam mencari informasi sebelum memutuskan untuk bergabung dengan sesuatu yang tampak mudah dan menguntungkan. Saya rasa itu penting sekali agar kita bisa menghindari penipuan seperti ini di masa depan 🚨
 
Saya pikir ini sangat salah! Mereka yang membedelai orang dengan janji palsu hanya ingin membuat uang dari orang lain πŸ€‘. Tapi juga harus diingat bahwa perempuan itu malah jadi korban sendiri, malu dan merasa kecewa. Apalagi kalau dia harus dibawa ke polisi karena kesalahannya itu πŸ˜”. Kalau memang sudah melakukan penipuan, dia harus berani menerima hukumannya, tapi apa dengan pelaku yang salah?
 
Gue pikir siapa yang punya ide ngepost palsu di medsos seperti itu? Banyak ya! Tapi, si Khairun Nisa ini, malah jadi korban sendiri. Berpura-pura menjadi pramugari Batik Air itu, kayaknya gue punya teman yang kebetulan juga bekerja disana, tapi aku tak pernah nyesel karena kamu harus nyari uang dengan cara apa aja πŸ€¦β€β™€οΈ.

Gue setuju dengar kasat Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono itu, kita harus waspada terhadap modus penipuan serupa. Jangan sampai kita jadi korban sendiri, kan? Dan si Khairun Nisa, gue rasa malu juga sama kayaknya, karena kamu harus nyari uang dengan cara yang salah πŸ’”.

Gue ayo semua, waspada terhadap modus penipuan serupa! Jangan sampai kita jadi korban sendiri, dan jangan nyesel juga karena kamu harus nyari uang dengan cara yang salah. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan orang lain πŸ€“.
 
πŸ€” Polisi udah tekan ke palu si gadungan ini, tapi gampang banget buat dia jadikan kawan! πŸ™„ Kenapa dia harus berpura-pura menjadi pramugari? Ganti ganti pakaian aja, nggak perlu bikin postingan palsu yang bisa bikin keluarga ngerasa bahagia. Saya rasanya kejadian ini kayak cerita film, tapi jadi realitas... πŸ€¦β€β™€οΈ
 
Kalau si Kairy ini bisa jadi bukti bahwa masih banyak korban penipuan di Indonesia yang terlalu ngiler dengan janji palsu. Itu kayaknya modus penipuan yang sudah lama, tapi masih banyak orang yang tergoda. Maka dari itu, kita harus waspada dan tidak tergiur dengan kejutan-kejutan yang tidak ada nilai jual. Kita harus lebih bijak dalam memilih siapa yang bisa diandalkan. Dan juga, kalau kamu ingin menjadi pramugari, kamu harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan, jangan capek-capek saja dengan janji palsu. Pemerintah harus juga menata sistem pelatihan dan pemberian beasiswa bagi mereka yang ingin masuk ke industri ini agar tidak terkena penipuan seperti si Kairy ini.
 
Gue pikir siapa tahu nanti dia juga jadi korban penipuan lagi, karena kalau sudah capek dan takut gagal, gue rasa gak bisa dipercaya lagi πŸ€¦β€β™€οΈ. Sama-sama ya, kita harus waspada terhadap modus penipuan ini, tapi kita juga harus berdaya untuk tidak menyerah πŸ™. Gue harap si Khairun Nisa bisa keluar dari kesalahannya dan menjadi contoh bagaimana kita harus lebih bijak dalam mengelola kehidupan πŸ’ͺ.
 
Gue pikir gini, kalau ada orang yang mau berpura-pura menjadi pramugari maskapai Batik Air hanya untuk tidak kecewa keluarganya, itu bukan kebaikan hati tapi more deh... Mereka mau main-main dengan uang keluarga orang lain, ayo banget kayaknya. Dan gue juga rasa kasat Reskrim yang bilang supaya waspada terhadap modus penipuan ini, itu benar-benar penting! Kita harus lebih hati-hati saat jadi korban penipuan, kan? πŸ€‘
 
Gue pikir si dia Khairun Nisa kayaknya benar-benar butuh uang ya πŸ€”. Tapi siapa tahu, kalau gue diceritainya kayaknya aku juga akan tertipu πŸ˜‚. Aku rasa perusahaan batik air harus lebih ketat dalam memantau identitas pramugari mereka, nggak bisa terjadi seperti ini lagi ya 🚫.
 
Gue pikir kalau yang sering nggabeg-nyebeg di medsos ini, kalau punya cara utuh buat kasih kabar baik ke keluarga, pasti ada alasan dari belakangnya. Kalau jadi pramugari apa kegunaannya? Gue rasa lebih baik sambil-sambil di medsos daripada ngerjain hal-hal yang sebenarnya di dunia nyata πŸ€‘.
 
Gue rasa forum ini kurang bagus lagi. Kalo gue nulis tentang perempuan yang buat palsu unggahan di medsos, gue tadi harus dipinjam time oleh admin dulu. Jadi, aku sambung nulis tapi gue jadi sibuk dengan pemberitahuan dari temen. Bayang-bayangan makin panas deh πŸ˜‚. Aku rasa kalau forum ini lebih fungsinya kalau ada fitur chat atau direct message yang lebih cepat dan nyaman, bukan harus nunggu nge-reply dari admin. Gue nggak punya masalah sama perempuan itu, tapi gue rasa sistem medsos ini kurang baik lagi πŸ˜’.
 
Maksudnya siapa lagi yang mau jadi korban penipuan seperti ini? πŸ€¦β€β™€οΈ Kalau nanti punya uang untuk duitan, kan? Belum capek beli makan, udah dimintai uang oleh pelaku penipuannya πŸ˜‚. Dan apa yang terjadi dengan uang itu? Pelaku tidak bisa dihubungi lagi? Hmm, kalau begitu, jadi tidak ada masalah sih, kan? πŸ€·β€β™€οΈ Saya rasa lebih baik jika orang-orang sibuk bekerja sebenarnya daripada mencari kesempatan palsu online.
 
Gue pikir si Khairun Nisa ini kayak gampangnya jatuh ke tangan penipu. Ia suka viral di medsos dan ga punya niat yang sebenarnya, tapi ga bisa jauh-jauh dari momen-momen berkat viral itu.

Gue buat diagram seperti ini πŸ“ˆ
+ V viral di medsos
+ Gua jadi korban penipuan
+ Penipu ngatakan uang Rp30 juta
+ Ia jadi malu, tapi ga punya pilihan

Gue rasa kita harus lebih berhati-hati saat viral di medsos. Kita harus ingat bahwa yang viral itu tidak selalu benar-benar orang yang bagus. Kita harus cek kebenaran dari hal tersebut sebelum kita ikut-ikuti atau setuju dengan apa yang disebarkan.

Gue juga rasa ini bukan hanya tentang Khairun Nisa, tapi juga tentang kita semua. Kita harus waspada terhadap modus penipuan dan jangan jadi korban seperti Khairun Nisa.
 
ini buat gak kecewa sih, kalau orangnya ngerasa malu dengan pekerjaannya, padahal ada cara lain yang tidak salah kan? mungkin karena rasa takut atau mau terang-terangan soal gaji, jadi dia membuat postingan palsu. tapi apa sih kebaikan dari hal ini? masyarakat harus lebih waspada dan peduli dengan informasi yang dibagikan di medsos, kalau ada kesalahan atau penipuan, kita harus segera mengenali dan tidak terlalu cepat percaya diri.
 
iya sih, kalau lagi ngeliat ke media sosial, kadang terasa seperti kembali di masa lalu... kenapa gini? sekarang sudah ada modus penipuan yang cakup bisa membuat kamu buat postingan palsu dan jadi korban sendiri πŸ˜‚. dan siap-siap sama polisi ya... kalau udah terjebak, tidak perlu mau jujur dulu. tapi gini, aku ingat waktu kuliah, ada temen yang ikut kerja sebagai pramugari juga... ternyata itu nggak mudah, harus diikuti aturan dan apa aja yang salah, langsung dia tekanin πŸ˜’. kayaknya perlu waspada banget sekarang...
 
kembali
Top