Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti kembali menginjakkan kaki ke pintu air Cengkareng Barat yang masih berstatus siaga 1. Pihak pemerintah menginginkan penurunan debit air di sana agar banjir di wilayah Jakarta Barat mulai surut.
Pramono menyatakan bahwa pintu air tersebut merupakan titik kunci pengendalian banjir di Jakarta Barat karena menjadi muara aliran sungai-sungai besar. Gubernurnya mengingatkan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain harus berfungsi dengan baik, karena di Jakarta Barat itu adalah tempat keluarannya sejumlah besar genangan banjir yang akhirnya mengalir ke laut.
Pramono percaya penurunan debit air di pintu air tersebut akan menyebabkan surutnya genangan banjir. Gubernur DKI Jakarta meyakini, jika terjadi penurunan, maka segera munculnya perubahan kondisi banjir di wilayah Jakarta Barat yang masih memiliki beberapa titik genangan.
"Sekarang ini ada penurunan di pintu air, saya yakin-lah surutlah," kata Pramono. Pemkab DKI Jakarta juga menyampaikan, mereka terus melakukan langkah-langkah untuk pengendalian banjir seperti operasi modifikasi cuaca (OMC).
Pramono menyatakan bahwa pintu air tersebut merupakan titik kunci pengendalian banjir di Jakarta Barat karena menjadi muara aliran sungai-sungai besar. Gubernurnya mengingatkan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain harus berfungsi dengan baik, karena di Jakarta Barat itu adalah tempat keluarannya sejumlah besar genangan banjir yang akhirnya mengalir ke laut.
Pramono percaya penurunan debit air di pintu air tersebut akan menyebabkan surutnya genangan banjir. Gubernur DKI Jakarta meyakini, jika terjadi penurunan, maka segera munculnya perubahan kondisi banjir di wilayah Jakarta Barat yang masih memiliki beberapa titik genangan.
"Sekarang ini ada penurunan di pintu air, saya yakin-lah surutlah," kata Pramono. Pemkab DKI Jakarta juga menyampaikan, mereka terus melakukan langkah-langkah untuk pengendalian banjir seperti operasi modifikasi cuaca (OMC).