Banjir di Jakarta: Apa Saja Penyebab Jakarta Tetap Banjir Meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Sudah Dilakukan?
Pemerintah DKI Jakarta dan lembaga terkait masih belum menemukan penyebab pasti banjir yang mengalami ketidakpastian akhir-akhir ini. Meski sudah dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tetap saja air masih tergenang di beberapa wilayah ibu kota.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, ada alasan yang cukup signifikan mengapa banjir di Jakarta tidak bisa diatasi. "Kenapa kita tidak melakukan OMC pada Sabtu dan Minggu lalu? Karena perkiraan curah hujannya tidak seperti itu," kata Pramono saat berbicara dengan VIVA.
Namun, seperti yang dikatakan oleh Pramono, curah hujan pada hari tersebut ternyata lebih tinggi dari yang diharapkan. Meski demikian, pihaknya masih melakukan OMC pada hari Minggu untuk mengatasi banjir.
Pramono juga menjelaskan bahwa ketika cuaca berubah, maka perlu dilakukan evaluasi baru dan koordinasi dengan lembaga terkait seperti BMKG dan TNI AU. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana alam di Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah melakukan analisis data curah hujan di Jakarta. Menurut data tersebut, Jakarta masih memiliki potensi banjir, karena luas daerah yang tergenang air masih banyak.
Dengan demikian, pihaknya akan tetap menjaga pemantauan cuaca secara lebih ketat untuk mencegah terjadinya bencana alam di ibu kota.
Pemerintah DKI Jakarta dan lembaga terkait masih belum menemukan penyebab pasti banjir yang mengalami ketidakpastian akhir-akhir ini. Meski sudah dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tetap saja air masih tergenang di beberapa wilayah ibu kota.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, ada alasan yang cukup signifikan mengapa banjir di Jakarta tidak bisa diatasi. "Kenapa kita tidak melakukan OMC pada Sabtu dan Minggu lalu? Karena perkiraan curah hujannya tidak seperti itu," kata Pramono saat berbicara dengan VIVA.
Namun, seperti yang dikatakan oleh Pramono, curah hujan pada hari tersebut ternyata lebih tinggi dari yang diharapkan. Meski demikian, pihaknya masih melakukan OMC pada hari Minggu untuk mengatasi banjir.
Pramono juga menjelaskan bahwa ketika cuaca berubah, maka perlu dilakukan evaluasi baru dan koordinasi dengan lembaga terkait seperti BMKG dan TNI AU. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya bencana alam di Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah melakukan analisis data curah hujan di Jakarta. Menurut data tersebut, Jakarta masih memiliki potensi banjir, karena luas daerah yang tergenang air masih banyak.
Dengan demikian, pihaknya akan tetap menjaga pemantauan cuaca secara lebih ketat untuk mencegah terjadinya bencana alam di ibu kota.