Pemerintah DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, telah menyampaikan bahwa ekonomi kota ini tumbuh stabil dalam periode tertentu. Menurut data yang diterima Tirto.id, pada triwulan ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai sebesar 4,96 persen. Dalam jangka waktu tertentu, ekonomi kota ini telah mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen.
Bank Indonesia juga menunjukkan perkiraan yang lebih luas tentang pertumbuhan ekonomi Jakarta, yaitu sekitar 4,6 hingga 5,4 persen. Gubernur Pramono sendiri menyatakan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh dengan dukungan kebijakan fiskal yang sangat berdampak, dan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2026 akan berkisar antara 4,6 hingga 5,4 persen.
Salah satu sektor yang paling tumbuh di Jakarta adalah penyediaan makanan dan minuman, dengan pertumbuhan sebesar 9,79 persen. Kontribusi dari sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai sekitar 5,13 persen.
Lebih lanjut lagi, Gubernur Pramono juga menyatakan bahwa pemerintah Jakarta akan memberikan insentif fiskal berupa pengurangan pajak daerah serta dukungan penyelenggaraan event nasional dan internasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota berskala global.
Selain itu, indikator kepercayaan konsumen juga menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat di level 145,33. Ini menunjukkan bahwa optimisme masyarakat tinggi dan inflasi Jakarta berada di bawah inflasi nasional.
Dengan demikian, ekonomi Jakarta terus tumbuh stabil dan mengalami pertumbuhan yang baik dalam beberapa periode terakhir.
Bank Indonesia juga menunjukkan perkiraan yang lebih luas tentang pertumbuhan ekonomi Jakarta, yaitu sekitar 4,6 hingga 5,4 persen. Gubernur Pramono sendiri menyatakan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh dengan dukungan kebijakan fiskal yang sangat berdampak, dan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2026 akan berkisar antara 4,6 hingga 5,4 persen.
Salah satu sektor yang paling tumbuh di Jakarta adalah penyediaan makanan dan minuman, dengan pertumbuhan sebesar 9,79 persen. Kontribusi dari sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai sekitar 5,13 persen.
Lebih lanjut lagi, Gubernur Pramono juga menyatakan bahwa pemerintah Jakarta akan memberikan insentif fiskal berupa pengurangan pajak daerah serta dukungan penyelenggaraan event nasional dan internasional. Hal ini diharapkan dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai kota berskala global.
Selain itu, indikator kepercayaan konsumen juga menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Desember 2025 tercatat di level 145,33. Ini menunjukkan bahwa optimisme masyarakat tinggi dan inflasi Jakarta berada di bawah inflasi nasional.
Dengan demikian, ekonomi Jakarta terus tumbuh stabil dan mengalami pertumbuhan yang baik dalam beberapa periode terakhir.