Pemerintah DKI Jakarta punya rencana untuk memperlakukan pekerja dan siswa yang harus masuk ke sekolah, kantor, atau tempat kerja apabila cuaca menjadi ekstrem, seperti hujan deras atau banjir. Gubernur Pramono Anung berharap cuaca tidak terulang kembali.
Menurut Gubernur DKI Jakarta itu, Pemprov tidak mengurangi anggaran untuk menangani cuaca ekstrem. Bahkan, operasi modifikasi cuaca dipersiapkan hingga satu bulan penuh. Ini berarti Pemprov siap menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih baik.
Gubernur tersebut juga menyatakan bahwa jika cuaca menjadi ekstrem, maka pekerja harus melakukan kerja dari rumah (WFH) dan siswa wajib melakukan pembelajaran daring. Gubernur tersebut punya alasan karena cuaca yang ekstrem bisa mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mempersiapkan rencana untuk menangani cuaca ekstrem dengan baik. Bahkan, mereka menyediakan dana untuk menanganan banjir dan cuaca ekstrem.
Menurut Gubernur DKI Jakarta itu, Pemprov tidak mengurangi anggaran untuk menangani cuaca ekstrem. Bahkan, operasi modifikasi cuaca dipersiapkan hingga satu bulan penuh. Ini berarti Pemprov siap menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih baik.
Gubernur tersebut juga menyatakan bahwa jika cuaca menjadi ekstrem, maka pekerja harus melakukan kerja dari rumah (WFH) dan siswa wajib melakukan pembelajaran daring. Gubernur tersebut punya alasan karena cuaca yang ekstrem bisa mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mempersiapkan rencana untuk menangani cuaca ekstrem dengan baik. Bahkan, mereka menyediakan dana untuk menanganan banjir dan cuaca ekstrem.