Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menambah jumlah Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di Dinas Bina Marga untuk meningkatkan kemampuan perbaikan jalan berlubang yang ada di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan bahwa saat ini pasukan kuning sebanyak 1.400 orang masih belum cukup untuk menyelesaikan masalah jalan berlubang.
Pramono menekankan bahwa jumlah pasukan kuning yang saat ini ada kurang dari yang dibutuhkan karena banyak yang pensiun dan tidak dapat bekerja lagi. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menambah jumlah PJLP di Dinas Bina Marga. Namun, jumlah tambahan tersebut masih belum diketahui dan akan diputuskan oleh Bina Marga bersama Asisten Pembangunan dan Pak Sekda.
Dalam rangka meningkatkan kualitas perbaikan jalan berlubang, Gubernur Pramono memerintahkan agar perawatan jalan rutin dilakukan. Selain itu, Dinas Bina Marga juga akan melakukan penanganan darurat untuk mengatasi masalah jalan berlubang yang ada di Jakarta.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa perbaikan jalan berlubang akan ditangani dengan perbaikan sementara karena cuaca ekstrem masih terjadi. Nanti, setelah cuaca membaik, perbaikan jalan yang permanen akan dilakukan.
Heru juga menekankan bahwa konstruksi aspal di jalan Jakarta memang mengalami pelemahan pada bagian ikatannya jika terkena air, sehingga kualitasnya berkurang dan menimbulkan lubang.
Pramono menekankan bahwa jumlah pasukan kuning yang saat ini ada kurang dari yang dibutuhkan karena banyak yang pensiun dan tidak dapat bekerja lagi. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk menambah jumlah PJLP di Dinas Bina Marga. Namun, jumlah tambahan tersebut masih belum diketahui dan akan diputuskan oleh Bina Marga bersama Asisten Pembangunan dan Pak Sekda.
Dalam rangka meningkatkan kualitas perbaikan jalan berlubang, Gubernur Pramono memerintahkan agar perawatan jalan rutin dilakukan. Selain itu, Dinas Bina Marga juga akan melakukan penanganan darurat untuk mengatasi masalah jalan berlubang yang ada di Jakarta.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa perbaikan jalan berlubang akan ditangani dengan perbaikan sementara karena cuaca ekstrem masih terjadi. Nanti, setelah cuaca membaik, perbaikan jalan yang permanen akan dilakukan.
Heru juga menekankan bahwa konstruksi aspal di jalan Jakarta memang mengalami pelemahan pada bagian ikatannya jika terkena air, sehingga kualitasnya berkurang dan menimbulkan lubang.