"BMKG Mengingatkan: Waspada Cuaca Ekstrem di Indonesia Akibat Siklon Tropis"
Sabtu, 29 November 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Siklon tropis yang terbentuk di Laut Cina Selatan dan eks-siklon tropis di Malaysia merupakan penyebab utama dari kondisi tersebut.
Siklon tropis Koto, Laut Cina Selatan, memiliki kecepatan maksimum 50 knot dan tekanan 990 hPa. Sistem ini bergerak ke utara dan akan memicu konvergensi angin di wilayah Laut Sulu hingga pesisir Vietnam. Diperkirakan bertahan sekitar 24 jam ke depan.
Sementara itu, eks-siklon tropis di Malaysia memiliki kecepatan 35 knot dan tekanan 1002 hPa. Sistem ini membentuk area konvergensi di Riau, perairan utara Aceh, hingga Selat Malaka. Eks-siklon ini juga menginduksi low level jet dengan kecepatan 25 knot.
Sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua Barat juga memicu pembentukan konvergensi di wilayah-wilayah seperti Halmahera, Laut Jawa, Kalimantan, Selat Makassar, Laut Flores, dan Papua Pegunungan. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di kawasan-kawasan tersebut.
BMKG telah memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah-wilayah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Wilayah lain juga berada dalam kategori waspada terhadap hujan sedang hingga lebat.
Prakiraan cuaca di beberapa kota besar juga telah diterbitkan, termasuk wilayah Indonesia Barat dan Timur. Beberapa wilayah seperti Palembang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, dan Halmahera diperkirakan akan mengalami hujan petir. Sementara itu, wilayah-wilayah lain seperti NTB, NTT, sebagian besar kota di Sulawesi, Maluku, dan Papua, dapat mengalami hujan ringan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG, waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, dan mewaspadai risiko banjir, genangan, dan angin kencang yang mungkin terjadi.
Sabtu, 29 November 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Siklon tropis yang terbentuk di Laut Cina Selatan dan eks-siklon tropis di Malaysia merupakan penyebab utama dari kondisi tersebut.
Siklon tropis Koto, Laut Cina Selatan, memiliki kecepatan maksimum 50 knot dan tekanan 990 hPa. Sistem ini bergerak ke utara dan akan memicu konvergensi angin di wilayah Laut Sulu hingga pesisir Vietnam. Diperkirakan bertahan sekitar 24 jam ke depan.
Sementara itu, eks-siklon tropis di Malaysia memiliki kecepatan 35 knot dan tekanan 1002 hPa. Sistem ini membentuk area konvergensi di Riau, perairan utara Aceh, hingga Selat Malaka. Eks-siklon ini juga menginduksi low level jet dengan kecepatan 25 knot.
Sirkulasi siklonik di Samudera Pasifik utara Papua Barat juga memicu pembentukan konvergensi di wilayah-wilayah seperti Halmahera, Laut Jawa, Kalimantan, Selat Makassar, Laut Flores, dan Papua Pegunungan. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di kawasan-kawasan tersebut.
BMKG telah memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah-wilayah seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Wilayah lain juga berada dalam kategori waspada terhadap hujan sedang hingga lebat.
Prakiraan cuaca di beberapa kota besar juga telah diterbitkan, termasuk wilayah Indonesia Barat dan Timur. Beberapa wilayah seperti Palembang, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, dan Halmahera diperkirakan akan mengalami hujan petir. Sementara itu, wilayah-wilayah lain seperti NTB, NTT, sebagian besar kota di Sulawesi, Maluku, dan Papua, dapat mengalami hujan ringan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca dari kanal resmi BMKG, waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, dan mewaspadai risiko banjir, genangan, dan angin kencang yang mungkin terjadi.