Prajurit Marinir berjuang melawan cuaca ekstrem di Lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Pasukan Marinir TNI AL memasuki area pencarian dengan cepat dan hati-hati menuju lokasi jatuh pesawat ATR 42-500.
Dengan perlengkapan SAR yang canggih dan kemampuan navigasi medan ekstrem, prajurit Marinir berjalan melawan kabut tebal dan hujan deras. Mereka menyusuri hutan yang rapat dan mendaki jalur pegunungan terjal untuk mencapai lokasi pesawat yang jatuh.
Menurut Kadispen Kormar Kolonel Marinir Nana Karyana, prajurit Marinir telah melakukan penyisiran intensif untuk menemukan badan pesawat maupun para korban. Mereka berhasil menemukan beberapa puing berupa badan pesawat di lereng gunung.
Saat ini, fokus prajurit Marinir adalah mencari dan mengevakuasi korban pesawat jatuh tersebut. Proses pencarian yang dilakukan oleh prajurit Marinir masih berlangsung.
"Prajurit Marinir pasti akan terus berkolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, serta Basarnas demi memaksimalkan proses evakuasi," kata Nana.
Dengan perlengkapan SAR yang canggih dan kemampuan navigasi medan ekstrem, prajurit Marinir berjalan melawan kabut tebal dan hujan deras. Mereka menyusuri hutan yang rapat dan mendaki jalur pegunungan terjal untuk mencapai lokasi pesawat yang jatuh.
Menurut Kadispen Kormar Kolonel Marinir Nana Karyana, prajurit Marinir telah melakukan penyisiran intensif untuk menemukan badan pesawat maupun para korban. Mereka berhasil menemukan beberapa puing berupa badan pesawat di lereng gunung.
Saat ini, fokus prajurit Marinir adalah mencari dan mengevakuasi korban pesawat jatuh tersebut. Proses pencarian yang dilakukan oleh prajurit Marinir masih berlangsung.
"Prajurit Marinir pasti akan terus berkolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, serta Basarnas demi memaksimalkan proses evakuasi," kata Nana.