Presiden Prabowo Subianto menutup kunjungan kerja di Inggris dengan membawa beberapa capaian konkret bagi negara. Pada Rabu (21/1/2026), Presiden berlangsung pertemuan penting dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III, serta melakukan rapat koordinasi daring dengan Satgas PKH.
Jika ini adalah komitmen yang dihasilkan dari kunjungan itu, maka pemerintah dapat memperkirakan ada 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun akan dialokasikan untuk investasi. Selain itu, terdapat kerja sama maritim, peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, serta kolaborasi pelestarian lingkungan.
Tentu saja ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tapi juga mempertimbangkan peran sosial dan budaya. Pertemuan dengan 24 profesor dari universitas terkemuka di Inggris Raya menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi.
Kerja sama ini mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pembangunan 10 kampus baru di Indonesia, serta pertukaran dosen. Selain itu, Presiden juga bertemu Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group untuk mendorong peningkatan kualitas dan peringkat universitas Indonesia.
Sementara itu, kerja sama dengan Raja Charles III menghasilkan komitmen kerja sama Indonesia-Inggris dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup di kawasan taman nasional. Salah satu contoh adalah kolaborasi yang sudah berlangsung di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
Jika kita melihat dari segi strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan global, maka Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen besar untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.
Jika ini adalah komitmen yang dihasilkan dari kunjungan itu, maka pemerintah dapat memperkirakan ada 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun akan dialokasikan untuk investasi. Selain itu, terdapat kerja sama maritim, peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, serta kolaborasi pelestarian lingkungan.
Tentu saja ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tapi juga mempertimbangkan peran sosial dan budaya. Pertemuan dengan 24 profesor dari universitas terkemuka di Inggris Raya menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi.
Kerja sama ini mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pembangunan 10 kampus baru di Indonesia, serta pertukaran dosen. Selain itu, Presiden juga bertemu Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group untuk mendorong peningkatan kualitas dan peringkat universitas Indonesia.
Sementara itu, kerja sama dengan Raja Charles III menghasilkan komitmen kerja sama Indonesia-Inggris dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup di kawasan taman nasional. Salah satu contoh adalah kolaborasi yang sudah berlangsung di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.
Jika kita melihat dari segi strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan global, maka Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen besar untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia.