Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menunjukkan komitmen investasi besar-besaran di Inggris. Pertemuan penting dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III menghasilkan berbagai capaian konkret bagi Indonesia.
Pertama, pemerintah mencatat komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Investasi tersebut akan membawa manfaat besar-besaran bagi ekonomi Indonesia. Selain itu, kerja sama maritim juga menjadi salah satu capaian utama. Pemerintah dan Inggris akan bekerja sama untuk memproduksi dan merakit 1.582 kapal nelayan yang kemudian akan dipercayakan kepada pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Beliau ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM. Kerja sama pendidikan itu mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta pertukaran dosen.
Selain itu, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Raja Charles III untuk mendorong kerja sama Indonesia-Inggris dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup. Pemerintah dan Inggris akan bekerja sama untuk memperbaiki ekosistem 57 taman nasional di Indonesia, termasuk Taman Nasional Way Kambas yang telah berlangsung sejak lama.
Sementara itu, kolaborasi juga mencakup kawasan Peusangan di Aceh yang merupakan lahan milik Presiden Prabowo dan telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Total luas lahan tersebut mencapai sekitar 90 ribu hektare.
Dengan demikian, setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia. Beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, dan ada dampak positifnya untuk Indonesia.
Pertama, pemerintah mencatat komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp90 triliun. Investasi tersebut akan membawa manfaat besar-besaran bagi ekonomi Indonesia. Selain itu, kerja sama maritim juga menjadi salah satu capaian utama. Pemerintah dan Inggris akan bekerja sama untuk memproduksi dan merakit 1.582 kapal nelayan yang kemudian akan dipercayakan kepada pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Beliau ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM. Kerja sama pendidikan itu mencakup peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, serta pertukaran dosen.
Selain itu, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Raja Charles III untuk mendorong kerja sama Indonesia-Inggris dalam pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup. Pemerintah dan Inggris akan bekerja sama untuk memperbaiki ekosistem 57 taman nasional di Indonesia, termasuk Taman Nasional Way Kambas yang telah berlangsung sejak lama.
Sementara itu, kolaborasi juga mencakup kawasan Peusangan di Aceh yang merupakan lahan milik Presiden Prabowo dan telah diserahkan kepada negara untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Total luas lahan tersebut mencapai sekitar 90 ribu hektare.
Dengan demikian, setiap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia. Beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, dan ada dampak positifnya untuk Indonesia.