Kesibukan Prabowo di tengah kritik militerisme, ia sendiri membenarkan adanya kritik konstruktif dari masyarakat. "Kritik dan koreksi justru menjadi pengingat sekaligus bentuk perlindungan dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara," kata Prabowo saat memberikan pidato pada puncak peringatan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Prabowo pun menekankan bahwa ia tidak terlalu otoriter dalam melakukan keputusan. "Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," tambahnya. Ia juga menyikapi kritik yang menuding dirinya hendak menghidupkan kembali militerisme, Prabowo berkata bahwa ia "menerima kasih" dari kritik tersebut.
Namun, Prabowo pun tidak ingin memperbesar tudingan tersebut. Ia lebih memilih untuk mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah. "Koreksi silakan, kritik bagus, tetapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah," ujarnya.
Prabowo pun menyinggung ajaran agama Nasrani yang menekankan nilai pengampunan sebagai fondasi kehidupan bersama. Ia juga menegaskan bahwa ia selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan, serta persatuan daripada perpecahan.
Prabowo pun menekankan bahwa ia tidak terlalu otoriter dalam melakukan keputusan. "Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," tambahnya. Ia juga menyikapi kritik yang menuding dirinya hendak menghidupkan kembali militerisme, Prabowo berkata bahwa ia "menerima kasih" dari kritik tersebut.
Namun, Prabowo pun tidak ingin memperbesar tudingan tersebut. Ia lebih memilih untuk mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah. "Koreksi silakan, kritik bagus, tetapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah," ujarnya.
Prabowo pun menyinggung ajaran agama Nasrani yang menekankan nilai pengampunan sebagai fondasi kehidupan bersama. Ia juga menegaskan bahwa ia selalu ingin cari kebaikan daripada ketidakbaikan, serta persatuan daripada perpecahan.