Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sempat terjebak dalam krisis kelelahan setelah menghadiri upacara persemayaman tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Mereka adalah tiga pegawai KKP yang meninggal dalam kecelakaan tersebut, yaitu Kapten Sigit Purmadianto, Letnan Jenderal (Ret.) Budi Purnama dan Wakil Inspektur Utama (AIU) Budiman.
Menurut Trenggono, dia mengalami pingsan saat dihadapkan dengan kekacauan di auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Minggu (25/1/2026), karena stress yang dirasakan setelah melihat tiga korban tersebut. Dia menyatakan bahwa dia dalam kondisi baik-baik saja dan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental.
Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga mengaku baru menyelesaikan tugas mendampingi Presiden Prabowo di London dan Davos sebelum menghadiri upacara persemayaman itu. Dia menjelaskan bahwa dia selalu bersama pasukan baik suka maupun duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.
Tergantung pada kondisi Trenggono saat ini, perlu diketahui bahwa dia telah membaik setelah sempat tidak sadarkan diri.
Menurut Trenggono, dia mengalami pingsan saat dihadapkan dengan kekacauan di auditorium Madidihang AUP Kelautan dan Perikanan, Minggu (25/1/2026), karena stress yang dirasakan setelah melihat tiga korban tersebut. Dia menyatakan bahwa dia dalam kondisi baik-baik saja dan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental.
Menteri Kelautan dan Perikanan ini juga mengaku baru menyelesaikan tugas mendampingi Presiden Prabowo di London dan Davos sebelum menghadiri upacara persemayaman itu. Dia menjelaskan bahwa dia selalu bersama pasukan baik suka maupun duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.
Tergantung pada kondisi Trenggono saat ini, perlu diketahui bahwa dia telah membaik setelah sempat tidak sadarkan diri.