Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Salah satunya adalah melalui program Sekolah Rakyat yang merupakan inovasi yang relatif jarang dilakukan di banyak negara.
Sekolah Rakyat ini menyasar anak-anak dari kelompok paling tidak mampu untuk disekolahkan di sekolah berasrama agar benar-benar terlepas dari jerat kemiskinan. Sebagai miniatur program pengentasan kemiskinan, orang tua siswa Sekolah Rakyat juga diberdayakan dan dilibatkan dalam berbagai program prioritas nasional.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kualitas hidup rakyat mencakup kecukupan pangan bergizi, jaminan kesehatan, pendidikan yang layak, serta penghasilan yang memadai. Strategi tersebut dijalankan melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta program hasil terbaik cepat.
Turut didukung oleh data, Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di 166 lokasi yang tersebar di 131 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Sebaran Sekolah Rakyat tersebut meliputi wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Presiden juga memaparkan target pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Pada 2029, pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi secara nasional dengan daya tampung hingga 500.000 anak dari keluarga paling rentan.
Menurut Presiden, perluasan program tersebut hanya dapat berjalan dengan dukungan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penyiapan lokasi, dukungan layanan dasar, hingga penguatan ekosistem sosial di sekitar sekolah.
Sekolah Rakyat ini menyasar anak-anak dari kelompok paling tidak mampu untuk disekolahkan di sekolah berasrama agar benar-benar terlepas dari jerat kemiskinan. Sebagai miniatur program pengentasan kemiskinan, orang tua siswa Sekolah Rakyat juga diberdayakan dan dilibatkan dalam berbagai program prioritas nasional.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kualitas hidup rakyat mencakup kecukupan pangan bergizi, jaminan kesehatan, pendidikan yang layak, serta penghasilan yang memadai. Strategi tersebut dijalankan melalui delapan misi Asta Cita, 17 program prioritas, serta program hasil terbaik cepat.
Turut didukung oleh data, Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di 166 lokasi yang tersebar di 131 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Sebaran Sekolah Rakyat tersebut meliputi wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Presiden juga memaparkan target pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Pada 2029, pemerintah menargetkan 500 Sekolah Rakyat beroperasi secara nasional dengan daya tampung hingga 500.000 anak dari keluarga paling rentan.
Menurut Presiden, perluasan program tersebut hanya dapat berjalan dengan dukungan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penyiapan lokasi, dukungan layanan dasar, hingga penguatan ekosistem sosial di sekitar sekolah.