Presiden Prabowo Subianto menantang para pengusaha rakus untuk mencoba "membeli" pejabat di Kabinet Merah Putih, setelah mendengar pernyataan mereka yang mengklaim bahwa hukum di Indonesia mudah diakali karena tidak ada pejabat yang tak bisa dibeli. Prabowo melontarkan tantangan itu di acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Presiden ini menegaskan bahwa era pengusaha membeli pejabat telah berakhir sejak dirinya dilantik sebagai presiden. Ia meyakini para pengusaha rakus tersebut akan terkejut melihat langkah-langkah pemerintah ke depan. "Mereka akan mendapati diri mereka sangat terkejut," ujar Prabowo.
Pemerintah Prabowo telah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan ilegal, serta mencabut izin 28 perusahaan dengan total lahan lebih dari 1,01 juta hektare karena melanggar hukum. Hal ini menunjukkan bahwa para pengusaha rakus telah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap supremasi hukum.
Menurut Prabowo, langkah tersebut di satu sisi menunjukkan bahwa pemerintah telah berani menegakkan hukum dan tidak akan kalah dalam permainan dengan para pengusaha rakus. Namun, ia juga menyadari bahwa masih ada 1.000 tambang ilegal lainnya yang belum tercapai.
Presiden ini menegaskan bahwa era pengusaha membeli pejabat telah berakhir sejak dirinya dilantik sebagai presiden. Ia meyakini para pengusaha rakus tersebut akan terkejut melihat langkah-langkah pemerintah ke depan. "Mereka akan mendapati diri mereka sangat terkejut," ujar Prabowo.
Pemerintah Prabowo telah berhasil menyita sekitar 4 juta hektare perkebunan ilegal, serta mencabut izin 28 perusahaan dengan total lahan lebih dari 1,01 juta hektare karena melanggar hukum. Hal ini menunjukkan bahwa para pengusaha rakus telah melakukan pelanggaran terang-terangan terhadap supremasi hukum.
Menurut Prabowo, langkah tersebut di satu sisi menunjukkan bahwa pemerintah telah berani menegakkan hukum dan tidak akan kalah dalam permainan dengan para pengusaha rakus. Namun, ia juga menyadari bahwa masih ada 1.000 tambang ilegal lainnya yang belum tercapai.