Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa politik di tanah air ini adalah pengorbanan. Ia ingin berbuat baik dan mengabdi kepada rakyat, namun selalu dikuyu-kuyukan dengan sesalahan dan kejelekan.
"Politik ini bukan hal yang mudah. Ingin mengabdi, ingin berbuat baik, tetapi selalu dicari kesalahan dan kejelekannya," kata Prabowo saat memberikan pidato di acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang diberinya berasal dari rakyat dan harus diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Karena itu, ia harus berbakti kepada rakyat dan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.
Prabowo juga mengakui bahwa para pembantunya di Kabinet Merah Putih memiliki semangat yang sama, meskipun sebagian besar anak buahnya sudah mapan sebelum masuk pemerintahan. Ia mencontohkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan Menko Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai contoh tokoh yang telah memiliki kehidupan mapan namun memilih masuk pemerintahan sebagai bentuk pengabdian.
"Pangkat yang saya emban adalah dari rakyat. Karena itu, saya sekarang harus berbakti untuk rakyat," kata Prabowo.
Ia juga mengaku prihatin melihat jam kerja para menterinya yang sangat terbatas. Bahkan ia menilai bahwa Menteri Amran hanya tidur 3-4 jam setiap hari.
"Semakin naik ke puncak semakin diterpa angin yang kenceng. Mereka yang kuat yang akan sampai ke atas," tutur Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan bersifat sementara, sementara yang akan dikenang adalah nama baik dan keberpihakan kepada rakyat. Ia meminta para pejabat negara untuk memanfaatkan kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbakti kepada rakyat dan negara.
"Manusia pada saat kita dipanggil, yang kita tinggalkan hanya nama. Nama baik," kata Prabowo.
"Politik ini bukan hal yang mudah. Ingin mengabdi, ingin berbuat baik, tetapi selalu dicari kesalahan dan kejelekannya," kata Prabowo saat memberikan pidato di acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat.
Ia menegaskan bahwa jabatan yang diberinya berasal dari rakyat dan harus diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Karena itu, ia harus berbakti kepada rakyat dan tidak hanya memikirkan dirinya sendiri.
Prabowo juga mengakui bahwa para pembantunya di Kabinet Merah Putih memiliki semangat yang sama, meskipun sebagian besar anak buahnya sudah mapan sebelum masuk pemerintahan. Ia mencontohkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dan Menko Pangan, Zulkifli Hasan, sebagai contoh tokoh yang telah memiliki kehidupan mapan namun memilih masuk pemerintahan sebagai bentuk pengabdian.
"Pangkat yang saya emban adalah dari rakyat. Karena itu, saya sekarang harus berbakti untuk rakyat," kata Prabowo.
Ia juga mengaku prihatin melihat jam kerja para menterinya yang sangat terbatas. Bahkan ia menilai bahwa Menteri Amran hanya tidur 3-4 jam setiap hari.
"Semakin naik ke puncak semakin diterpa angin yang kenceng. Mereka yang kuat yang akan sampai ke atas," tutur Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan bersifat sementara, sementara yang akan dikenang adalah nama baik dan keberpihakan kepada rakyat. Ia meminta para pejabat negara untuk memanfaatkan kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbakti kepada rakyat dan negara.
"Manusia pada saat kita dipanggil, yang kita tinggalkan hanya nama. Nama baik," kata Prabowo.