Prabowo Serukan Gentengisasi, Begini Respons Bos BTN (BBTN)

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program "gentengisasi" untuk menggantikan atap seng di rumah-rumah, tetapi berapa besar pengaruhnya terhadap keuangan Bank Tabungan Negara (BBTN)?

Menurut Direktur Manajemen Risiko BBTN, Setiyo Wibowo, BBTN akan menyalurkan subsidi dari pemerintah untuk renovasi rumah rakyat yang meliputi perbaikan atap. Bahkan, BBTN juga menjadi bank penyaluran untuk subsidi tersebut.

Setiyo menyebut program gentengisasi termasuk dalam renovasi rumah bersubsidi dan fokus pada perbaikan sanitasi. Namun, dia juga mengakui bahwa proses pengembangan material genteng yang ramah lingkungan membutuhkan waktu.

Selain itu, BBTN juga membuka peluang untuk membiayai kontraktor, produsen, dan startup material genteng yang ramah lingkungan. Meski demikian, Setiyo menekankan bahwa perlu R&D (research and development) untuk mengembangkan material tersebut.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan proyek gentengisasi sebagai upaya cepat pemerintah untuk menggaet wisatawan asing.

Presiden Prabowo Subianto sendiri juga menyatakan bahwa wisatawan asing enggan datang ke Indonesia jika sampah masih menumpuk dan atap rumah menggunakan seng yang berkarat.
 
Aku tidak biasa ngomong tentang hal ini, tapi aku pikir program gentengisasi ini nggak cuma soal memberikan subsidi saja, tapi juga soal bagaimana material genteng ramah lingkungan itu bisa berkembang dan bisa dipasarkan. Aku rasa perlu ada R&D yang lebih intensif agar biaya produksi genteng ramah lingkungan jadi lebih kompetitif dengan material lainnya. Selain itu, aku juga penasaran bagaimana konsept ini bakal diimplementasikan di level kecil-kecilan, apakah ada contoh kota kecil yang sudah berhasil melaksanakan program ini? Aku harap ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya lingkungan 🌿
 
Makasih aja, sepertinya program gentengisasi ini akan memberikan dampak besar pada BBTN, apalagi kalau harus mempertimbangkan waktu pengembangan material ramah lingkungan. Nah, saya pikir kontraktor dan produsen itu pasti ngerasa gugup aja, karena harus memenuhi standar yang tinggi untuk material genteng. Dan R&D? Wah, itu seperti main uang sih. Nah, bagaimana kalau sampah menumpuk masih banyak di Indonesia? Waktunya pemerintah dan masyarakat bekerja sama buat mengantisipasi masalah ini.
 
Gak bisa dipungut naskah orang lain, kayaknya program gentengisasi itu sebenarnya bukan cuma soal biaya BBTN aja, tapi juga bagaimana teknologi material genteng yang ramah lingkungan itu bisa berkembang cepat, kan? Kalau nggak ada R&D yang cukup, rasanya hanya akan menjadi program yang bocor biaya dan tidak berdampak apa-apa. Dan gak bisa dipungut naskah orang lain, BBTN benar-benar jadi bank penyalur subsidi itu? Gak ada batas waktu atau biaya tertentu? Sekarang aku khawatir nggak kayaknya hanya sekedar program yang memanfaatkan rakyat, tapi tidak pernah menjadi solusi yang nyata... 🤔
 
program gentengisasi nih, gampang banget aja... tapi apa sih asalnya dari mana material genteng ramah lingkungan itu? kalau serius harus R&D terlebih dahulu, kan? jangan sekedar ngerasa keren dan lalu cari supplier yang murah.

sudah ada perbaikan atap seng, apa yang diinginkan adalah material genteng ramah lingkungan yang lebih berkualitas... tapi gak cuma itu aja, juga harus ada sistem pengelolaan sampah yang baik juga. jangan biarkan sampah menumpuk lagi setelah di renovasi dulu.
 
Pernahkah kalian lihat bagaimana program ini bisa berjalan dengan lancar? Mungkin kita harus belajar dari cara kerja BBTN, caranya agak kompleks tapi hasilnya bisa jadi keuntungan bagi rakyat Indonesia. Kita juga harus ingat bahwa setiap proyek harus diawasi dengan baik agar tidak ada korban yang terjebak dalam kesalahpahaman.
 
Program gentengisasi sih kayaknya udah mulai terjadi, kan? Saya rasa itu bagus banget kalau kita bisa menggantikan atap seng dengan genteng yang ramah lingkungan, tapi apa sih kalau biayanya kayak yang diatakan oleh BBTN? Mungkin sih kalau kontraktor dan produsen material genteng juga bisa mendapatkan keuntungan dari program ini, tapi kita harus ngetuin apakah ada R&D yang cukup untuk mengembangkan material tersebut ya...
 
Pekan lalu aku lihat video di YouTube tentang program gentengisasi itu, padahal aku tahu kalau proyek renovasi rumah itu sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Aku rasa Presiden Prabowo Subianto ingin mengatur atap rumah dengan material yang ramah lingkungan, tapi aku penasaran apa hasilnya sih? Apakah BBTN bisa menangani biaya yang besar dari program ini?

Aku pikir program ini bagus karena BBTN akan membantu kontraktor dan produsen material genteng yang ramah lingkungan. Tapi, setiyo Wibowo itu bilang kalau R&D itu penting banget untuk mengembangkan material tersebut, jadi aku rasa perlu waktu lagi untuk menciptakan material genteng yang aman dan nyaman digunakan. Aku harap program ini bisa selesai dengan lancar dan tidak membuat BBTN kewalangan 😊
 
ini program gentengisasi itu nih, aku pikir memang ada potensi besar banget buat BBTN! tapi aku rasa perlu juga diperhatikan, kalau material genteng ramah lingkungan membutuhkan waktu, apa kabar dengan biaya subsidi yang harus diurus?

aku senang lihat kontraktor, produsen, dan startup bisa membiayai material tersebut, tapi perlu ada R&D yang lebih banyak juga nih! BBTN gak hanya fokus pada pengembangan material, tapi juga harus memperhatikan efisiensi biaya dan kecepatan pengembangan.

satu hal lagi, aku rasa program ini sebenarnya bisa menjadi peluang besar buat startup dan perusahaan kecil di Indonesia, tapi kita harus waspada agar tidak kalah dengan kompetitor asing!
 
program gentengisasi ini kayaknya bikin banyak peluang bagi kontraktor, produsen, dan startup material genteng ramah lingkungan, tapi apa yang harus diawasi adalah biaya kontraknya, kalo tidak nanti BBTN akan kehabisan dana 😊. sementara itu, R&D untuk material genteng ramah lingkungan itu penting banget, karena kalau material itu belum terbukti aman dan efisien, maka program ini bisa jadi justru menambah beban biaya BBTN. padahal, gerakan ASRI ini kayaknya bakal membantu Indonesia untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat, tapi apa yang harus dihindari adalah manipulasi nilai-nilai dari program ini oleh pihak-pihak tertentu 🤑.
 
Kasih kabar ga, aku rasa program gentengisasi itu seru banget! Aku senang lihat gubahan Presiden Prabowo Subianto ini bisa membantu banyak orang khususnya di kalangan rumah tangga Indonesia. Aku harap material genteng yang ramah lingkungan bisa dikembangkan dengan cepat dan siap pakai. Tapi aku juga khawatir tentang biaya subsidi yang pasti akan ditanggung oleh negara, apakah negara sudah siap untuk membayar itu?
 
Kalau suka sama program gentengisasi, tapi perlu dipertimbangkan juga impactnya terhadap lingkungan. Saya rasa ini bagus untuk mengurangi limbah plastik & logam, tapi perlu diawasi agar tidak jadi polusi lain ya 😊.

Saya juga penasaran dengan R&D untuk material genteng yang ramah lingkungan, kayaknya butuh waktu dan uang yang cukup 🤑. Saya harap kontraktor & produsen bisa terlibat secara maksimal dalam pengembangan teknologi ini ya.

Saya rasa wisatawan asing enggan datang ke Indonesia karena banyak kekurangan, bukan hanya sampah dan atap seng yang berkarat, kayakanya perlu diperbaiki semua hal kekurangan-kekurangan di Indonesia 🤔.
 
aku pikir program gentengisasi ini nggak ada artinya, cuman birokrasinya makin panjang aja 🤦‍♂️. bgn dari BBTN juga, apalagi perlu R&D dulu, tapi kayaknya aja nggak ada prioritas... 😐. dan kalau wisatawan asing enggan datang karena atap yang berkarat, itu cuman jawaban sederhana aja, kok ada solusi lain ya... seperti pertumbuhan ekonomi yang lebih baik? 🤔. dan apa khasiatnya material genteng yang ramah lingkungan itu sih? hanya sekedar main-main aja 😴.
 
Gue pikir program gentengisasi ini nih, udah lama ngewawantui kalo gue bisa melihat kontraktor lokal yang ramah lingkungan bisa menerima sub sidik dari BBTN. tapi aku juga ragu apakah program ini akan efektif atau tidak, karena material genteng yang ramah lingkungan memang still need research dan development lagi, biar bisa dikonsumsi massal.

sebagai contoh, ada banyak teknologi genteng yang sudah ada di pasar internasional, tapi belum dipilih oleh pemerintah. apa kalo kita nggak lama-lama memutuskan untuk material asing? dan bagaimana caranya BBTN akan menjamin bahwa kontraktor lokal bisa menerima sub sidik tersebut?

juga, aku penasaran apakah program ini juga termasuk dalam upaya mengurangi sampah di Indonesia? karena menurut presiden, wisatawan asing enggan datang ke Indonesia kalau sampah masih banyak. tapi aku rasa ada hal lain yang perlu kita pertimbangkan, yaitu bagaimana caranya program ini akan mempengaruhi ekonomi konsumen biasa, apakah mereka bisa menerima perubahan harga pasir dan genteng?

tapi, secara umum, aku pikir program ini udah langkah yang baik dari pemerintah. kalo kita bisa membuat material genteng yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi di rumah-rumah, itu jadi masalah yang baik untuk dipecahkan nanti 🤔
 
aku nggak percaya sama program gentengisasi nih... itu nggak jelas sih, pemerintah mau biayai pembatasan limbah sampah dan perbaikan atap yang sudah mulus kok? apa kenaan atap seng di rumah rakyat kalau pemerintah cuma nari-nari kan? BBTN juga terlibat dalam program ini, tapi nggak ada data apa aja kenaan pembayaran subsidi itu... kayaknya ini hanya cerita-cerita yang terus berputar di hati orang-orang.
 
aku pikir program gentengisasi ini bisa jadi buatan yang keren, tapi siapa tahu ada biaya yang terlalu mahal untuk kontraktor dan startup material yang ramah lingkungan? aku rasa ini akan mempengaruhi keuangan BBTN kan? perlu diawasi agar tidak ada korupsi juga hehe
 
Eh kan program gentengisasi itu keren banget, tapi apa karna yang di luar? BBTN malah nanti gak bisa berjalan dengan baik karna program ini... materialnya masih nggak ada r&d yang konsisten, soalnya proses pengembangan membutuhkan waktu. Saya penasaran kapa bentuk material yang ramah lingkungan itu? Kalo serius ingin wajib pemerintah nggak bisa nglama-lamaan.
 
aku pikir program gentengisasi itu serasa seperti cerminan diri kita sebagai bangsa, ya... kita selalu ingin menjadi lebih baik, tapi apa itu artinya? apakah kita hanya menggantikan satu masalah dengan lainnya? dan bagaimana kita bisa pasti bahwa material genteng yang ramah lingkungan benar-benar berarti untuk kebersihan dan kenyamanan rumah-rumah? perlu waktu dan penelitian lebih, tidak bisa langsung diikuti oleh wisatawan asing... tapi aku rasa ada sesuatu yang berbeda di balik ini, mungkin kita butuh sebuah "awas" untuk terus mengingat pentingnya lingkungan dan kebersihan sehari-hari... 🤔
 
Maksudnya, program gentengisasi ini buatan Presiden Prabowo Subianto untuk bikin wisatawan asing mau datang ke Indonesia, tapi siapa yang bilang kalau itu benar-benar bisa menyelesaikan masalah sampah dan atap seng di rumah-rumah? BBTN juga ikut ambil bagian, tapi apa bedanya kalau mereka hanya memberikan subsidi saja? Maksudnya, ada potensi besar bahwa program ini akan membuat BBTN kehabisan uang. Dan kalo itu terjadi, siapa yang bakal terkena dampaknya? Kita lihat aja nanti bagaimana caranya BBTN dan pemerintah mengatasi masalah tersebut. 🤔💸
 
Program gentengisasi itu udah mulai digencarkan, tapi siapa tahu pengaruhnya terhadap BBTN apa? Saya rasa ini bagus banget untuk kontraktor, produsen, dan startup material genteng ramah lingkungan. Tapi, siapa tahu ada kesalahan teknis atau biaya yang tidak sesuai. Saya harap R&D di bidang ini bisa lebih cepat nih.
 
kembali
Top