Bertambahnya konflik geopolitik di dunia, Prabowo Subianto melihat kemungkinan akan terjadinya Perang Dunia ke-3, mengatakan bahwa "Sekarang di tingkat dunia mengkhawatirkan akan terjadinya Perang Dunia ke-3". Konflik ini tidak hanya berlaku di Ukraina dan Palestina, tetapi juga menjangkau ke seluruh dunia. Prabowo percaya bahwa jika perang tersebut meletus, negara-negara maju seperti Indonesia akan terkena dampak paparan radioaktif.
Prabowo juga menyebutkan kemungkinan terjadinya "nuclear winter", yang disebut sebagai musim dingin nuklir. Dampak ini dapat menyebabkan perubahan iklim ekstrem dan bencana yang signifikan setelah perang nuklir besar. Padahal, Indonesia sedang menghadapi tantangan perubahan iklim yang memicu bencana di sejumlah daerah.
Meski Prabowo menyatakan bahwa politik Indonesia adalah bebas aktif, tetapi Indonesia tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi kemungkinan Perang Dunia ke-3. Ia berpesan kepada para pemimpin daerah untuk memahami tantangan-tantangan yang tengah terjadi di dunia dan harus waspada serta mengerti dampaknya.
Prabowo juga menyebutkan kemungkinan terjadinya "nuclear winter", yang disebut sebagai musim dingin nuklir. Dampak ini dapat menyebabkan perubahan iklim ekstrem dan bencana yang signifikan setelah perang nuklir besar. Padahal, Indonesia sedang menghadapi tantangan perubahan iklim yang memicu bencana di sejumlah daerah.
Meski Prabowo menyatakan bahwa politik Indonesia adalah bebas aktif, tetapi Indonesia tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi kemungkinan Perang Dunia ke-3. Ia berpesan kepada para pemimpin daerah untuk memahami tantangan-tantangan yang tengah terjadi di dunia dan harus waspada serta mengerti dampaknya.