Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kiprahnya sebagai jenderal militer tidak terpisahkan dari peran dan bantuan para petani Indonesia. Menurutnya, dukungan rakyat adalah fondasi utama bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
"Para petani lah yang paling setia, yang paling loyal dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini," ujar Prabowo. Kepemimpinannya saat ini dianggap sebagai kesempatan untuk membalas budi kepada rakyat yang telah mendukungnya sejak awal pengabdian.
Prabowo mengenang kembali ketika ia pertama kali masuk militer pada tahun 1970-an. Pada saat itu, para prajurit dihadapi tantangan kekurangan sumber daya, tetapi rakyat tetap memberikan bantuan kepada mereka. Rakyat memberi minuman teh, pisang, dan singkong kepada para prajurit.
"Rakyat keluar dari rumah-rumah yang sederhana, memberi minuman teh, mereka memberi pisang, mereka memberi singkong kepada kami," kata Prabowo. Ia menganggap bantuan itu sebagai wujud kecintaan rakyat kepada tentara dan negara.
Namun, menurut Prabowo, para petani dan nelayan kerap diabaikan selama puluhan tahun. Setelah pensiun dari militer, ia menerima ajakan memimpin organisasi petani sebagai bentuk pengabdian.
"Para petani lah yang paling setia, yang paling loyal dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini," ujar Prabowo. Kepemimpinannya saat ini dianggap sebagai kesempatan untuk membalas budi kepada rakyat yang telah mendukungnya sejak awal pengabdian.
Prabowo mengenang kembali ketika ia pertama kali masuk militer pada tahun 1970-an. Pada saat itu, para prajurit dihadapi tantangan kekurangan sumber daya, tetapi rakyat tetap memberikan bantuan kepada mereka. Rakyat memberi minuman teh, pisang, dan singkong kepada para prajurit.
"Rakyat keluar dari rumah-rumah yang sederhana, memberi minuman teh, mereka memberi pisang, mereka memberi singkong kepada kami," kata Prabowo. Ia menganggap bantuan itu sebagai wujud kecintaan rakyat kepada tentara dan negara.
Namun, menurut Prabowo, para petani dan nelayan kerap diabaikan selama puluhan tahun. Setelah pensiun dari militer, ia menerima ajakan memimpin organisasi petani sebagai bentuk pengabdian.