Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di kediaman pribadi kepala negara di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2026) sore. Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari satu jam dan membahas beberapa hal terkait perumahan.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat poin utama yang dibahas, yaitu:
1. Telah dilaksanakan <em>land clearing</em> lahan seluas 30 hektare untuk rumah susun bersubsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
2. Telah rampungnya rencana <em>groundbreaking</em> 141.000 unit rumah bersubsidi yang nantinya akan tersebar di tiga kawasan berdekatan tersebut. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses hunian bagi masyarakat.
3. Lokasi hunian tersebut sangat dekat dengan perkotaan dan akses fasilitas umum baik sekolah, rumah sakit, perkantoran dan pabrik serta jalan besar. Dengan demikian, warga dapat lebih mudah menjangkau fasilitas-fasilitas tersebut.
4. Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan terserap sekitar 80 ribu tenaga kerja di segala sektor dan mempercepat perputaran rantai perekonomian. Pembangunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut penjelasan Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo berkeinginan agar sebanyak mungkin warga Indonesia memiliki hunian layak yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkahnya adalah adanya rumah layak bersubsidi dan pemangkasan segala macam bentuk perizinan serta biaya pengurusan izin dan administrasi.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat empat poin utama yang dibahas, yaitu:
1. Telah dilaksanakan <em>land clearing</em> lahan seluas 30 hektare untuk rumah susun bersubsidi di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
2. Telah rampungnya rencana <em>groundbreaking</em> 141.000 unit rumah bersubsidi yang nantinya akan tersebar di tiga kawasan berdekatan tersebut. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses hunian bagi masyarakat.
3. Lokasi hunian tersebut sangat dekat dengan perkotaan dan akses fasilitas umum baik sekolah, rumah sakit, perkantoran dan pabrik serta jalan besar. Dengan demikian, warga dapat lebih mudah menjangkau fasilitas-fasilitas tersebut.
4. Dengan adanya pembangunan tersebut, diperkirakan akan terserap sekitar 80 ribu tenaga kerja di segala sektor dan mempercepat perputaran rantai perekonomian. Pembangunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut penjelasan Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo berkeinginan agar sebanyak mungkin warga Indonesia memiliki hunian layak yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu langkahnya adalah adanya rumah layak bersubsidi dan pemangkasan segala macam bentuk perizinan serta biaya pengurusan izin dan administrasi.