Presiden Subianto mengatakan Indonesia menjadi negara dengan tingkat kebahagiaan rakyat tertinggi di dunia, menurut survei global yang dilakukan Harvard University dan Gallup Poll. Menurut Presiden, hasil survei tersebut memiliki makna mendalam mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup dalam kondisi sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi.
Prabowo Subianto menyebutkan, temuan itu terharu bagi dirinya karena paham bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana. Menurut dia, hasil survei tersebut menjadi dorongan moral bagi dirinya dan jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat.
Prabowo juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir sebagian kalangan elite terhadap pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya mendengarkan kritik dan mengedepankan persatuan, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Kristiani.
Presiden Subianto menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang paling bahagia di dunia berdasarkan hasil survei Global Flourishing Study (GFS) 2025. Survei ini melibatkan lebih dari 200 ribu responden di 22 negara dan mengukur kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan pentingnya forgive dan persatuan dalam menjalankan amanah rakyat. Ia menyatakan bahwa ini selalu ingin kebaikan daripada ketidakbaikan, cari persatuan daripada perpecahan.
Presiden Subianto menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan, termasuk teatrikal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Orkestra Garuda Yaksa.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat kebahagiaan rakyat tertinggi di dunia. Menurut dia, hasil survei tersebut terharu bagi dirinya karena paham bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi.
Prabowo Subianto menyebutkan, temuan itu menjadi dorongan moral bagi dirinya dan jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat. Ia juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir sebagian kalangan elite terhadap pemerintah.
Prabowo Subianto menyebutkan, temuan itu terharu bagi dirinya karena paham bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana. Menurut dia, hasil survei tersebut menjadi dorongan moral bagi dirinya dan jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat.
Prabowo juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir sebagian kalangan elite terhadap pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya mendengarkan kritik dan mengedepankan persatuan, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Kristiani.
Presiden Subianto menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang paling bahagia di dunia berdasarkan hasil survei Global Flourishing Study (GFS) 2025. Survei ini melibatkan lebih dari 200 ribu responden di 22 negara dan mengukur kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan pentingnya forgive dan persatuan dalam menjalankan amanah rakyat. Ia menyatakan bahwa ini selalu ingin kebaikan daripada ketidakbaikan, cari persatuan daripada perpecahan.
Presiden Subianto menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan, termasuk teatrikal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Orkestra Garuda Yaksa.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat kebahagiaan rakyat tertinggi di dunia. Menurut dia, hasil survei tersebut terharu bagi dirinya karena paham bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi.
Prabowo Subianto menyebutkan, temuan itu menjadi dorongan moral bagi dirinya dan jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat. Ia juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir sebagian kalangan elite terhadap pemerintah.