Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat strategis terkait penertiban kawasan hutan nasional di London. Rapat tersebut berlangsung melalui video konferensi dan dihadiri oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang berada di Jakarta.
Rapat strategis tersebut membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, yang dibentuk Presiden Prabowo pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa penertiban kawasan hutan menjadi prioritas nasional bagi pemerintah.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, rapat strategis tersebut diadakan untuk memperkuat kepastian hukum, pembenahan lingkungan, serta penataan aset negara di sektor kehutanan. Penertiban kawasan hutan ini juga dianggap sebagai upaya penting untuk melindungi sumber daya alam dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Kunjungan Presiden Prabowo ke London juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis Indonesia-Inggris, termasuk di bidang ekonomi dan maritim. Selama di London, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, serta melakukan audiensi dengan Raja Charles III.
Dengan demikian, rapat strategis tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam mengelola sumber daya alam dan meningkatkan kepastian hukum di sektor kehutanan.
Rapat strategis tersebut membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, yang dibentuk Presiden Prabowo pada tahun 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa penertiban kawasan hutan menjadi prioritas nasional bagi pemerintah.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, rapat strategis tersebut diadakan untuk memperkuat kepastian hukum, pembenahan lingkungan, serta penataan aset negara di sektor kehutanan. Penertiban kawasan hutan ini juga dianggap sebagai upaya penting untuk melindungi sumber daya alam dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Kunjungan Presiden Prabowo ke London juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama strategis Indonesia-Inggris, termasuk di bidang ekonomi dan maritim. Selama di London, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, serta melakukan audiensi dengan Raja Charles III.
Dengan demikian, rapat strategis tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam mengelola sumber daya alam dan meningkatkan kepastian hukum di sektor kehutanan.